Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lampaui Target, Retribusi Sampah di Kota Probolinggo Hampir Rp 500 Juta

Arif Mashudi • Sabtu, 3 Januari 2026 | 10:18 WIB

 

Proyek hanggar mesin Refuse Derived Fuel (RDF) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo akhirnya rampung dibangun.
Proyek hanggar mesin Refuse Derived Fuel (RDF) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo akhirnya rampung dibangun.

KANIGARAN, Radar Bromo -Retribusi sampah selama tahun 2025 ditargetkan menyumbang PAD Rp 479 juta. Namun realisasinya mencapai Rp 496 juta atau 103 persen.

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari melalui Kabid Penanganan Sampah Gigih Ardityawan Pratama mengatakan, layanan persampahan atau kebersihan menyumbang PAD cukup besar tiap tahunnya.

Selama 2025, realisasi retribusi layanan persampahan melebihi target.

Hingga 29 Desember 2025, retribusi sudah tercapai sekitar Rp 496 juta. Sementara targetnya Rp 475 juta.

”Alhamdulillah, untuk retribusi layanan persampahan sudah melampaui target realiasinya. Sekitar 103 persen dari target,” katanya.

Sebenarnya, menurut Gigih, dampak pandemi Covid-19 masih terasa di tengah masyarakat. Terbukti, di awal-awal tahun retribusi dari jasa umum persampahan di kota masih jauh dari target.

Memasuki triwulan keempat tahun 2025, retribusi sampah baru tercapai sekitar 55 persen.

Namun tim di lapangan berupaya maksimal memberikan layanan kebersihan. Termasuk, diskusi dengan pelaku usaha untuk maksimalkan tagihan retribusi tersebut. Hingga akhirnya, realisasi retribusi melebihi target. 

”Besaran retribusi jasa umum yang ditarik bervariasi. Ada sejumlah klasifikasi untuk retribusi yang dikenakan pada suatu usaha. Bergantung pada jenis sampah dan berat sampah. Besarannnya mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#dlh #Kota Probolinggo #pad