GENDING, Radar Bromo–Juari Muksen, 71 yang pamitan cari kerang di Pantai Bujel, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo dilaporkan menghilang. Tim SAR pun melakukan pencarian warga Sumberkerang, Gending itu.
Juari diketahui berangkat dari rumahnya Rabu (31/12) pukul 07.00 untuk mencari kerang di Pantai Bujel.
Ia naik sepeda pancal yang selama ini dikendarainya. Ia lantas memarkirnya di rumah Nawir, warga setempat.
“Setelah itu, Pak Juari berjalan kaki ke lokasi biasa mencari kerang. Setiap hari memang di tempat itu nyari kerangnya, tidak pernah pindah-pindah. Tapi kok tidak pulang. Jadi, keluarga melapor,” kata Kades Sumberkerang Beny Rechardo.
Menurut Beny, Juari tinggal bersama anak ketiganya di Sumberkerang.
Namun saat kejadian, anaknya itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga, tidak tahu bahwa ayahnya tidak pulang hingga sore.
“Biasanya sekitar pukul 14.00, Pak Juari sudah kembali ke rumah. Karena anaknya sedang dirawat di rumah sakit, tidak ada yang mengetahui bahwa beliau belum pulang,” terangnya.
Kepergian Juari baru diketahui Kamis (1/1), saat anak keempatnya datang berkunjung. Saat itu, korban tidak ditemukan di rumah.
“Anaknya heran karena ayahnya tidak ada. Lalu tetangga menyampaikan bahwa sejak sehari sebelumnya, Pak Juari tidak terlihat di rumah. Akhirnya keluarga mencari ke lokasi biasa mencari kerang dan menemukan sepeda korban masih terparkir di sana,” jelas Beny.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa, yang selanjutnya diteruskan ke Satpol Airud Polres Probolinggo dan BPBD Kabupaten Probolinggo.
Warga sekitar juga sempat mencari korban ke area pesisir, namun belum membuahkan hasil.
“Yang ditemukan hanya sepeda korban, baju ganti, dan sandal. Sepedanya masih tergembok di lokasi,” tambah Beny.
Tim gabungan yang terdiri atas Satpol Airud Polres Probolinggo, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Probolinggo mulai mencari korban Jumat (2/1). Penyisiran dilakukan dari kawasan Pantai Bentar hingga Pantai Bujel.
“Kami menyisir perairan ke arah timur, dari tengah hingga ke tepi. Fokus utama di Pantai Bujel karena di sana terdapat pusaran air dan kondisi dasar perairan berlumpur,” ujar anggota BPBD Kabupaten Probolinggo, Jumadi.
Jumadi menambahkan, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Jika cuaca memburuk, seperti hujan deras atau gelombang tinggi, pencarian terpaksa dihentikan sementara.
“Pencarian akan dilanjutkan kembali saat kondisi memungkinkan. Kami berharap korban segera ditemukan,” katanya.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana menambahkan, Jumat (2/1) hingga pukul 15.30, korban belum ditemukan. Pencarian dimaksimalkan sampai pukul 18.00.
“Ini kami maksimalkan pencarian sambil memantau lokasi sekitar. Namun kami juga melihat kondisi cuaca dan memperhatikan keselamatan tim penyelamat. Bila nantinya cuaca tidak mendukung, upaya pencarian kami lanjutkan esok hari,” katanya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi