PROBOLINGGO, Radar Bromo - Malam tahun baru identik dengan pesta kembang api. Namun, kali ini Polres Probolinggo Kota dan MUI Kota Probolinggo tegas melarang adanya pesta kembang api pada Malam Tahun Baru 2026.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan, kebijakan tersebut tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tetapi juga sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Menurutnya, perayaan pergantian tahun sebaiknya dilaksanakan secara sederhana dan penuh keprihatinan. Tanpa aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko maupun euforia berlebihan.
“Di tengah situasi duka akibat bencana, kami mengajak masyarakat merayakan tahun baru dengan lebih bijak, sederhana, dan tetap mengedepankan kepedulian sosial,” ujar Rico.
Selama malam pergantian tahun, ia mengaku bersama instansi terkait akan meningkatkan pengamanan dan patroli di titik-titik keramaian guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Kami akan melakukan pengawasan dan penertiban untuk memastikan kebijakan ini dipatuhi. Mari jaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ajaknya.
Hal senada disampaikan Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Muhammad Sulthon. Menurutnya, tahun baru tidak sepatutnya diisi dengan perbuatan yang melanggar syariat Islam, seperti minum minuman keras, tawuran, dan sebagainya.
Sebaliknya, tahun baru seharusnya diisi dengan muhasabah diri supaya hari esok lebih baik.
“Apalagi di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera, maka kami berharap tidak ada perayaan tahun baru yang berlebihan. Kita harus menunjukkan rasa empati kepada mereka yang terkena musibah,” ujarnya.
Pemkot Probolinggo juga memastikan perayaan malam tahun baru di Kota Probolinggo tanpa pesta kembang api.
Bahkan, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memilih mengadakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan Kota Probolinggo. Sekaligus penggalangan dana bantuan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Aminuddin mengatakan, malam pergantian tahun akan dirayakan dengan cara doa bersama. Pihaknya akan menggelar istighotsah doa bersama di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Kota Probolinggo, Rabu (31/12) malam.
“Malam tahun baru kami adakan acara tanpa ada kembang api. Acaranya istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan kita semua serta pengumpulan dana untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, Sumbar,” katanya.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo Muhammad Abas juga memastikan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Probolinggo tanpa pesta kembang api.
Pemkot memilih konsep perayaan sederhana dengan mengedepankan doa bersama dan penggalangan dana bantuan untuk korban bencana alam.
“Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi nasional yang masih diliputi bencana alam. Sekaligus bagian dari efisiensi anggaran,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga