PROBOLINGGO, Radar Bromo- Stok beras di wilayah Cabang Bulog Probolinggo, sejauh ini dipastikan aman. Termasuk dalam menghadapi momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sampai Senin (19/12), stok beras di Gudang Bulog mencapai 80 ribu ton.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo Muzakki Makmun mengatakan, stok beras di Gudang Bulog diprediksi cukup hingga 18 bulan atau 1,5 tahun ke depan. “Meski saat ini memang belum ada penyerapan, tapi kemungkinan panen akan dimulai di bulan Februari 2026,” katanya.
Musim hujan seperti saat ini membuat udara lebih lembap. Walau demikian, Muzakki mengatakan, Gudang Bulog memiliki struktur bangunan yang kuat akan cuaca ekstrem, sehingga masyarakat tak perlu risau akan pengaruh cuaca pada kondisi beras di gudang.
“Struktur bangunan gudang didesain untuk tahan terhadap kondisi cuaca apapun. Kami juga rutin membuka pintu-pintu gudang setiap hari agar sirkulasi udara dan kelembapannya terjaga,” ungkapnya.
Selain itu, Muzakki juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan upaya stabilitas harga pangan melalui sejumlah posko yang didirikan. Delapan posko didirikan di pasar dan gudang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Di posko itu, juga menjual bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
“Beras SPHP tidak boleh di jual di atas HET sebesar Rp 62.500 per lima kilogram. Minyak goreng Rp 15.700 per liter. Serta, gula Rp 17.500 per kilogram. Ini harga maksimal yang boleh dijual ke konsumen. Kalau di Gudang Bulog, biasanya kami menjual SPHP Rp 57.000 per lima kilogram,” ujar Muzakki. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga