PROBOLINGGO, Radar Bromo - Sepanjang 2025, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo menunjukkan grafik yang melandai.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kejadiannya berhasil ditekan signifikan. Namun pelanggarannya justru meningkat.
Arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo terasa semakin padat. Jalan yang sejatinya sudah sering dilebarkan, masih terasa sempit. Pengendara motor maupun mobil, seakan tak pernah ada jedanya.
Makin ramainya arus lalu lintas, ternyata masih saja ada pengendara yang belum sadar hukum. Melanggar aturan lalu lintas.
Tak heran, bila akhirnya menyebabkan kecelakaan. Sepanjang 2025, tercatat ada 517 kasus kecelakaan lalu lintas.
Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 631 kejadian. Jika dipersentasekan menurun sekitar 18 persen.
“Alhamdulillah, tren kecelakaan menurun. Ini buah dari langkah preventif dan intensitas kehadiran personel di titik-titik rawan,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif dalam Konferensi Pers di Mapolres Probolinggo, Senin (29/12).
Penurunan jumlah kecelakaan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan angka fatalitas.
Sepanjang 2025, korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat ada 131 orang. Meningkat dua orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah korban luka justru mengalami penurunan. Korban luka berat pada 2024 tercatat satu orang, tahun ini tidak ada.
Sedangkan, korban luka ringan turun cukup signifikan, dari 690 orang menjadi 601 orang.
Latif menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan respons petugas di lapangan semakin cepat dan pengendalian di lokasi rawan kecelakaan mulai berjalan efektif.
“Penanganan yang lebih sigap mampu menekan tingkat keparahan korban,” jelasnya.
Berbanding terbalik dengan kecelakaan, angka pelanggaran lalu lintas justru meroket. Sepanjang 2025, Polres Probolinggo mencatat ada 33.768 pelanggaran.
Naik sekitar 25 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 26.897 pelanggaran.
Pelanggaran didominasi temuan kasat mata. Baik melalui penindakan langsung maupun teguran.
Menurut Kapolres, peningkatan ini sejalan dengan strategi penegakan hukum yang lebih masif, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.
“Penindakan kami lakukan secara humanis. Tidak hanya menilang, tapi juga memberi edukasi agar masyarakat makin sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga