TAHUN anggaran 2025 ini merupakan tahun pertama Kota Probolinggo dipimpin oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M. Tepat di penghujung tahun itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mencatatkan berbagai capaian kinerja melalui terobosan penting dan program unggulan yang digagas sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, hingga tata kelola pembangunan daerah.
Simbol komitmen Pemkot dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menegaskan, bahwa isu lingkungan merupakan prioritas pembangunan bagi Pemkot Probolinggo telah dimulai dari langkah sederhana bersama. Salah satunya melalui keberlanjutan program Got-ku Resik.
Sebagai pemimpin daerah, Wali Kota-Wakil Wali Kota tak segan turun langsung ke lapangan. Pagi-pagi bersama warga RT/RW membersihkan got yang mampet dan mengangkat sampah yang menyumbat aliran air. Bahkan, beberapa kawasan ranu di Kota Probolinggo, kini berubah menjadi potensi wisata berbasis alam dengan memberdayakan kearifan lokal masyarakat, sehingga roda ekonomi masyarakat pun ikut berputar.
Janji politik 1 RW 1 kendaraan roda tiga pun direalisasikan. Secara bertahap, setiap RW di Kota Probolinggo mendapatkan 1 kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah. Kini, tidak ada lagi alasan sampah menumpuk di lingkungan terkecil. Dengan armada ini, warga bisa bergerak mengangkut sampah menuju TPS atau TPA.
Menghidupkan denyut ekonomi rakyat dilakukan Pemkot Probolinggo, mulai dari pasar tradisional. Tak hanya dilakukan dengan pembenahan infrastruktur pasar dan aksesibilitasnya, Pemkot memberikan contoh kepada masyarakat agar mencintai pasar dengan menggagas program “Gerakan Belanja Kebutuhan di Pasar Tradisional (Gerebek Patra).”
Sementara itu, ikhtiar menghadirkan nuansa baru ruang publik sebagai ruang terbuka yang nyaman dengan nilai historis di jantung kota, tempat refreshing keluarga, sarana jogging dan olahraga, bahkan promosi wajah kota, dilakukan Pemkot dengan merevitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo.
Didampingi Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari, Wali Kota dr. Aminuddin menyebutkan, agar fungsi alun-alun lebih optimal, PKL sekitar sebagai ekosistem rakyat sengaja direlokasi ke tempat yang lebih representatif, tertata, dan bermartabat. Yakni, GOR A. Yani Kota Probolinggo.
“Di setiap kesempatan, berbagai kegiatan, kini selalu dipusatkan di lokasi wisata kuliner ini. Di lokasi itu masyarakat bisa santai sambil ngopi atau ngeteh dengan keluarga,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, Sentra Kuliner GOR A. Yani merupakan tempat nyaman untuk menikmati beragam sajian makanan dan minuman Kota Probolinggo. Sekaligus, alternatif jujugan utama warga untuk bersantai.
Sebagai bukti konsistensi pemkot dalam menata infrastruktur yang berpihak pada kebutuhan dasar warga mendapat pengakuan nasional. Setelah Kota Probolinggo berhasil meraih Juara I Lomba Kinerja Kebinamargaan oleh Kementerian Penkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Pemerintah Pusat menggelontorkan dukungan konkret senilai Rp 40 miliar untuk pembangunan infrastruktur kota.
“Saya menekankan hasil prestasi yang dicapai Kota Probolinggo harus kembali lagi untuk masyarakat. Hadiah dari pemerintah pusat dirupakan proyek preservasi Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman. Itulah mengapa dua ruas jalan wajah kota kini bukan saja semakin tertata cantik, tapi manfaatnya. Jadi, bukan sekadar nyaman bagi pejalan kaki, tapi kami juga memperhatikan bagaimana agar jalan tersebut juga ramah bagi sahabat disabilitas,” jelas Wali Kota.
Semangat Probolinggo BERSOLEK menjadi transformasi nyata keberhasilan saat Wali Kota semula menargetkan program 100 event pada satu tahun pertama kepepimpinannya. Namun ternyata Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispopar) mencatat justru ada 300 lebih event yang telah terselenggara di Kota Probolinggo, bahkan di masa kepemimpinan dr. Aminuddin dan Hj. Ina Dwi Lestari yang belum genap satu tahun.
Dampaknya bukan sekadar tercermin dari ramainya kalender kegiatan, tapi dari peningkatan ekonomi kearifan lokal yang tumbuh bersama partisipasi masyarakat. Berbagai event yang digelar bukan melulu dilaksanakan di kota, tapi juga menjalar hingga ke kelurahan-kelurahan sehingga berpengaruh pula pada strategi perubahan kawasan.
“Kami sendiri tidak menyangka, pendekatan ini ternyata begitu berpengaruh pada capaian makro daerah. Berdasarkan data BPS Kota Probolinggo, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencapai 5,85 persen per September 2025. Angka ini tertinggi kedua di Jawa Timur, setelah Malang. Tentu, hal ini menjadi sinyal bahwa strategi pembangunan berbasis event, budaya, dan partisipasi warga mampu memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Wali Kota.
Dalam membangun ekonomi rakyat yang bersifat struktural, berkelanjutan dan mudah diakses masyarakat, direpresentasikan Pemkot melalui pembukaan Klinik UMKM di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Probolinggo. Serta, mengawal pembentukan Koperasi Merah Putih di semua kelurahan di Kota Probolinggo.
Sebanyak 29 kelurahan didorong membentuk koperasi sebagai wadah ekonomi kolektif yang berakar pada kebutuhan warga. Koperasi tidak diposisikan sebagai formalitas administratif, melainkan sebagai instrumen kemandirian ekonomi yang dikelola secara partisipatif dan profesional.
Pemkot mengambil peran aktif sejak tahap awal mulai dari sosialisasi, pendampingan legalitas, penguatan tata kelola, hingga penyusunan model usaha yang relevan dengan potensi masing-masing kelurahan. Dengan cara ini, setiap Koperasi Merah Putih diharapkan memiliki karakter dan kekuatan lokal, baik di sektor perdagangan, produksi, jasa, maupun pengelolaan potensi unggulan wilayah.
Langkah ini mencerminkan keyakinan dr. Amin-Ina, bahwa ekonomi rakyat akan kuat jika dibangun dari bawah dan dikelola bersama. Koperasi menjadi ruang belajar demokrasi ekonomi, tempat warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang menentukan arah dan manfaatnya.
Dalam bidang sosial, kebijakan baru yang diusung Wali Kota terhadap percepatan pelayanan santunan kematian kini lebih humanis. Tidak disalurkan melalui transfer ke rekening ahli waris, namun diserahkan langsung secara tunai Rp 750 ribu sekaligus wujud kehadiran pemerintah terhadap keluarga yang sedang berduka.
Di sela-sela padatnya tugas pemerintahan, dr. Aminuddin tetap meluangkan waktu untuk hadir di ruang-ruang spiritual masyarakat. Sepanjang 2025, ia rutin melaksanakan Safari Salat Jumat ke berbagai masjid di seluruh penjuru kota. Dalam sejumlah kesempatan, dr. Aminuddin bahkan bertindak langsung sebagai khatib dan imam. Seperti di Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Agung Raudlatul Jannah. Ia menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sederhana, menyejukkan, dan mudah dipahami.
Safari Jumat ini menjadi wadah silaturahmi yang hangat, mempertemukan pemimpin dengan warga tanpa jarak. Di sana terjalin dialog, sapaan akrab, serta ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Lebih dari sekadar aktivitas ibadah, Safari Jumat dipadukan dengan aksi sosial melalui Program Jumat Berkah. Berupa pembagian paket nasi dan santunan bagi warga yang membutuhkan. Hal ini menegaskan bahwa nilai ibadah berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan jaminan pemenuhan hak-haknya, kini semua kelurahan di Kota Probolinggo berperan aktif sebagai Kelurahan Ramah Anak. Dibentuk pula Relawan Sahabat Perempuan untuk memastikan respons cepat atas persoalan sosial, kekerasan, dan kerentanan lainnya.
Ada juga Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai penguatan layanan keluarga. Di sisi lain, Pemkot meluncurkan Kartu Amanah bagi penerima bantuan. Instrumen layanan identitas ini terintegrasi, tujuannya agar bantuan diakses dengan tertib, mudah, dan tepat sasaran.
Sebagai bagian dari kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto, 100 becak listrik diberikan kepada abang becak lansia. “Becak listrik di Kota Probolinggo dijadikan sebagai becak wisata, mengingat Kota Probolinggo sering disinggahi wisatawan turis kapal pesiar. Sehingga selain menjadi alat kerja, becak ini bagian dari wajah pariwisata di Kota Probolinggo,” ungkap Wali Kota.
Dalam bidang pendidikan, simbol keberpihakan pemerintah terhadap anak dari keluarga prasejahtera tampak dalam kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo. Berbagai program yang digulirkan juga saling melengkapi. Seperti penguatan pendidikan dasar yang merata, dukungan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, pendidikan karakter dan literasi sosial, hingga kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Di Kota Probolinggo, sinergi yang terjalin baik antara pemerintah kota, DPRD, Polri, TNI, Kejaksaaan, dan unsur Forkopimda lainnya diwujudkan dengan berbagai program konkret yang menyentuh langsung ke masyarakat. Salah satunya, pembentukan Rumah Restorasi Justice (RJ) di 29 kelurahan, sinergitas eksekutif dan legislatif merealisasikan peraturan daerah, hingga kolaborasi kamtibmas menjaga kota tetap aman, tertib, dan kondusif.
Dari sumber data Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) hingga Selasa (30/12), tercatat ada 23 capaian prestasi yang diraih Pemkot dalam sepanjang 2025. Wali Kota menyebutkan, kinerja yang telah dicapai sepanjang 2025 merupakan buah dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen bersama antara pemerintah, stakeholder, dan seluruh komponen masyarakat.
“Diraihnya penghargaan-penghargaan ini layaknya bonus atas kerja yang telah dilakukan secara bersama di semua lini. Namun sekali lagi, berbagai pengakuan regional maupun nasional yang diterima Kota Probolinggo menjadi bukti nyata bahwa transformasi kota berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan yang diusung melalui visi “Probolinggo BERSOLEK” mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya. (el/*)
CAPAIAN PRESTASI PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2025
- Innovative Government Award (IGA) 2025 -Predikat Kota Sangat Inovatif.
- Penghargaan Pengelolaan Kearsipan Daerah 2025 -Predikat AA “Sangat Memuaskan”
- Penghargaan Penurunan Ketimpangan Kesejahteraan 2025 -Kategori Fiskal
- Penghargaan Akses Keadilan 2025 -Pos Bantuan Hukum (Posbakum)
- BAZNAS Award 2025 – Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
- Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025 – Kategori Sangat Baik
- Rekor MURI – Inovasi Bidang Pendidikan Terbanyak se-Indonesia
- Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2025 – Kategori Utama
- Penghargaan Top 45 Kompetisi Inovasi Layanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2025 – Inovasi Sistem Informasi Ijazah Online (Si Ijol)
- Penghargaan Swasti Sabha Kota Sehat 2025
- Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025
- Penghargaan Adiwiyata Nasional (1) dan Adiwiyata Mandiri (13)
- Trofi ProKlim Utama dan Sertifikat ProKlim Utama 2025
- Juara I Vaksinasi PMK se-Jawa Timur 2025
- Penghargaan PERPAMSI Award 2025 – Inovasi Pembiayaan Sektor Air Minum
- Juara I Pemberdayaan Ekonomi Syariah Award 2025
- Pesantren & Zona Kuliner Halal Aman Sehat (Zona KHAS) Gladak Serang
- Jawa Pos Radar Bromo Award 2025
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025
- Rekor MURI – Kota Siaga Kelompok Donor Darah Terbanyak se-Indonesia
- Apresiasi Nasional – Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih 2025
- Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 – Predikat Kota Informatif
- Penghargaan Top 15 INOTEK Award Jawa Timur 2025 – Inovasi Pojok Literasi Arkeologi Sunan Kali Banger di Kota Probolinggo
Editor : Fahreza Nuraga