DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo terus bergerak menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan di Kota Probolinggo. Berbagai program dan kegiatan inovatif hingga capaian yang berhasil diraih merupakan wujud nyata sinergi antara kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dengan prioritas pembangunan Kota Probolinggo.
Sejalan dengan arah strategis Kemendikdasmen RI, gerak cepat Disdikbud dalam menerjemahkan transformasi pendidikan dilakukan melalui revitalisasi layanan dasar pendidikan, penguatan karakter religius dan budaya lokal, serta pemerataan kualitas pembelajaran dari jenjang PAUD hingga pendidikan dasar. Langkah ini menunjukkan Pemkot Probolinggo benar-benar ambil bagian dalam mewujudkan visi Nasional “Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Emas 2045.”
Dalam hal meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang inklusif dan bermutu, misalnya. Perangkat Daerah (PD) yang dipimpin seorang kepala dinas visioner, Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. ini telah menginisiasi segudang program unggulan. Mulai dari penyediaan seragam peserta didik untuk meningkatkan kesetaraan dan kenyamanan siswa dalam belajar sampai penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah.
Ada juga penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan penyaluran BOSDA Madin (sharing BPPDGS Madin) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Ada pula jasa pendamping Taman Posyandu untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Hingga penghargaan bagi hafiz dan hafizah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal Alquran.
Sejalan dengan kebijakan pusat, seperti Inpres Nomor 7/2025 tentang transformasi digital, Disdikbud Kota Probolinggo juga berhasil meningkatkan kualitas pendidikan melalui adaptasi cepat terhadap digitalisasi dan Kurikulum Merdeka. Capaian ini tercermin dalam Forum Komunikasi Publik (FKP) 2025 yang menjaring aspirasi masyarakat untuk layanan inklusif, serta target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Probolinggo yang telah mencapai 80 persen melalui peningkatan akses pembelajaran.
Begitu juga dengan implementasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan ARKAS mencapai tingkat adopsi tertinggi di Jatim. Mendukung pembelajaran berbasis proyek dan literasi digital.
Selain bidang pendidikan, Disdikbud juga berperan aktif dalam meningkatkan kelestarian kebudayaan lokal Pendalungan. Salah satunya melalui festival tahunan hingga pengakuan Warisan Budaya Tak Benda (WNTB). Seperti dua warisan baru Ketan Kratok dan Tradisi Bi Bi Bi yang resmi terdaftar pada 2025.
“Itulah mengapa, penguatan komitmen ini disambut dengan kebijakan oleh Bapak Wali Kota dr. Aminuddin. Tahun depan anggaran kebudayaan naik 10 kali lipat,” ujar Dr. Siti Romlah.
Di sisi lain, gelaran berbagai festival yang diprakarsai Disdikbud, ikut mendorong multiplier effect bagi perekonomian sekitar. Betapa tidak, partisipasi UMKM kuliner-seni, bahkan festival sebagai ikon pembinaan budaya di Kota Probolinggo, telah membuka jalan munculnya destinasi wisata yang kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Pemprov Jatim mencatat, Kota Probolinggo masuk dalam peringkat 2 kota/kabupaten di Jawa Timur atas ekosistem budaya yang dinamis.
Sebut saja, Mendhalung Festival 2025 yang menampilkan lomba sajian Ketan Keratok, desain busana Pendalungan, tari gebyar, dan Musik Dug-Dug dalam satu lokasi. Lalu, ada Probolinggo Night Culture (PNC) Festival Season 2 (November) sebuah festival ala pawai seni musik dug-dug yang bawakan Musik Probolinggoan, jaran bodhag, dan fashion carnival.
Juga, ada Youth Culture Festival (YOU C-FEST) sebuah ajang kreativitas seni budaya mulai jenjang PAUD hingga jenjang SD maupun SMP. Semua momen ini selalu dibanjiri antusiasnya ribuan warga.
“Selaras RPJMD dan prioritas Kemendikdasmen, kami Disdikbud Kota Probolinggo telah merancang strategi 2026 untuk fokus pada revitalisasi infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, dan digitalisasi untuk mencapai IPM 80 persen dari 77,9. Langkah utama kami mencakup forum aspirasi masyarakat rutin, pelatihan berjenjang, dan sinergi swasta-negeri untuk wajib belajar 13 tahun,” ujar Dr. Siti Romlah.
Pihaknya berharap upaya dan komitmen Disdikbud Kota Probolinggo dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan di Kota Probolinggo dapat terus berlanjut dan membuahkan hasil yang positif. (el/adv)
IPM KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2025
IPM Kota Probolinggo pada 2025 tercatat sebesar 78,50. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, 77,79.
PENGHARGAAN DIRAIH DISDIKBUD KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2025
- Satyalancana Karya Satya X (Perunggu) Presiden Republik Indonesia
- Radar Bromo Award Program Layanan Inovasi Publik dan Pendidikan Karakter Kategori Instansi Pemerintah Daerah.
- Juara I ASN Achievement Award 2025 Kategori Performance Appraisal Terbaik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
- OPD Kota Probolinggo yang Memperoleh Kategori AA (sangat memuaskan) Wali Kota Probolinggo
- Perangkat Daerah dengan Pengelolaan Kearsipan Nilai 76,56 Kategori BB (sangat baik) Wali Kota Probolinggo
- Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Wali Kota Probolinggo
- Finalis TOP 45 Kovablik Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 Kategori Tranformasi Digital Pelayanan Publik Gubernur Jawa Timur
- Rekor MURI Inovasi Bidang Pendidikan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan Terbanyak Tingkat Kota/Kabupaten