Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Main Badminton, Pemotor yang Baru Dilantik PPPK Paro Waktu Tewas Tertimpa Pohon di Jalan Mastrip Probolinggo

Inneke Agustin • Sabtu, 27 Desember 2025 | 02:45 WIB

POTONG POHON: Petugas BPBD Kota Probolinggo memotong pohon tumbang di  Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kamis (25/12) petang.
POTONG POHON: Petugas BPBD Kota Probolinggo memotong pohon tumbang di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kamis (25/12) petang.
 

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Hujan lebat disertai angin kencang di Kota Probolinggo, Kamis (25/12) petang, memakan korban jiwa.

Nur Hasil, 39, tiba-tiba tertimpa pohon tumbang di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok. Korban pun meninggal.

Warga Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, tersebut saat itu sedang melintas di Jalan Mastrip sendirian. Dia mengendarai Honda Vario Nopol N 6455 PM.

Saat melintas di depan SD Integral Hidayatullah, tiba-tiba sebuah pohon Mimba di barat jalan tumbang. Pohon tumbang ke kiri, tepat mengenai korban.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandi menjelaskan, sore itu hujan lebat memang mengguyur kota disertai angin yang berembus dengan kecepatan 6 kilometer/jam.

Pusdalops Kota Probolinggo menerima laporan adanya pohon tumbang di Jalan Mastrip, sekitar pukul 15.42.

"Setelah menerima laporan itu, delapan personel kami langsung bergerak menuju lokasi," katanya.

Di lokasi, menurutnya, pohon mimba yang tumbang melintang di badan jalan. Sehingga, sempat membuat arus lalu lintas terganggu.

Saat itu juga, petugas BPBD memotong pohon menjadi beberapa bagian menggunakan chainsaw.

Pemotongan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Setelah itu, pohon dipindah ke tepi jalan agar arus lalu lintas kembali lancar.

“Korban yang tertimpa pohon lebih dulu dievakuasi ke Puskesmas Wonoasih. Lalu dirujuk ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh,” lanjutnya.

Akibat tertimpa pohon itu, korban menderita patah tulang di tangan kanan. Dia sempat mendapat perawatan intensif, namun kemudian meninggal.

Jenazah korban langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dimakamkan Kamis (25/12) malam.

Korban sendiri adalah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paro waktu di SD Negeri Sumberanom 1, Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Korban meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan yang masih kelas 6 SD.

Sarioyo, kepala SD Negeri Sumberanom 1 mengatakan, korban baru dilantik sebagai PPPK paro waktu Rabu (24/12).

Pada hari kejadian, menurutnya, korban baru latihan badminton di GOR Mastrip bersama beberapa rekannya. Kemudian, dia pamit pulang untuk menjemput istrinya.

“Bahkan sesaat sebelum kejadian, saya sempat chat dengan korban. Saya ngajak untuk ngerjakan laporan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin beserta BPBD Kota Probolinggo takziah ke rumah korban Jumat (26/12). Mereka menyerahkan santuan dan bantuan pada keluarga korban.

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandasari menduga, pohon tersebut tumbang bukan karena rapuh. Namun akibat guyuran hujan deras disertai angin kencang.

Retno mengatakan, pihaknya sebetulnya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan memapras dan mengecek secara rutin pohon-pohon di pinggi jalan sebelum musim hujan tiba.

“Ini kami akan cek lagi dan kepras lagi nantinya,” jelas Retno. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sumber #mastrip #pppk #paro waktu #probolinggo #tertimpa pohon