DRINGU, Radar Bromo - Sejumlah wilayah di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, belum aman dari ancaman banjir.
Selasa (23/12) malam, debit air Sungai Kedunggaleng, Kecamatan Dringu, meluap. Padahal, di wilayah ini tidak hujan.
Ternyata, hujan deras terjadi di wilayah Kecamatan Sumber dan Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.
Debit air Sungai Kedunggaleng pun meningkat. Tak hanya air, material bambu dan kayu turut terbawa arus.
Kemudian tersendat di Jembatan Gang Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu.
“Akhirnya, air mulai meluap sekitar pukul 19.00. Air menggenangi badan jembatan hingga jalanan depan gang (Jalan Daendels),” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.
Menurutnya, genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter berangsur surut sekitar pukul 20.30.
Sejumlah stakeholder terkait, seperti BPBD, Damkar Kabupaten Probolinggo, Polsek dan Koramil Dringu, Forkopimka, dan warga sekitar bergotong royong membersihkan material yang tersangkut di jembatan.
“Syukur meski air sempat meluap, tapi tidak ada rumah warga yang terdampak. Air tidak sampai masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Setelah air surut, Tim Damkar membersihkan sisa lumpur dengan melakukan penyemprotan. Penyemprotan dilakukan di ruas Jalan Daendels yang meliputi dua desa. Yakni, Desa Dringu dan Desa Kedunggaleng.
“Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi agar jalan tidak licin. Supaya masyarakat juga aman ketika melintas,” ujar Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto.
Danang menyebutkan, pihaknya membawa satu unit fire truck berkapasitas 3.500 liter dan fire supply 4.000 liter ke lokasi.
Penyemprotan dilakukan mulai Selasa (23/12) pukul 21.00 hingga Rabu (24/12) pukul 01.00. (gus/rud)
Baca Juga: Juragan99-Forsijama Bawa Bantuan untuk Korban Banjir Dringu
Editor : Moch Vikry Romadhoni