Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Keterangan Bripka Agus dan Suyitno Berbeda, Polisi Konfrontir 2 Tersangka Pembunuhan Mahasiswi UMM asal Tiris

Sholeh Hilmi Qosim • Rabu, 24 Desember 2025 | 03:52 WIB
TERSANGKA: Bripka Agus saat dikeler (kiri), Suyitno saat diamankan. (Dok. Jawa Pos)
TERSANGKA: Bripka Agus saat dikeler (kiri), Suyitno saat diamankan. (Dok. Jawa Pos)

SURABAYA, Radar Bromo-Upaya polisi mengusut motif sebenarnya pembunuhan Faradila Amalia Najwa, mahasiswi UMM asal Tiris, Probolinggo menemui kendala.

Kedua tersangka yang telah ditahan memberi keterangan yang berbeda kepada penyidik kepolisian.

Kedua tersangka itu adalah sang kakak ipar korban yang juga anggota Polsek Krucil Probolinggo Bripka Agus Saleman. Serta Suyitno, warga Krucil yang selama ini dikenal sebagai pesuruh Bripka Agus.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan, sejauh ini motif pembunuhan itu Bripka Agus diduga sakit hati dengan perilaku korban.

Selain itu Bripka Agus juga ditengarai hendak menguasai harta milik korban. ”Keterangan sementara bilang sakit hati. Ingin memiliki barang (milik korban),” ucap Jumhur.

Namun, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan yang dilakukan oleh bintara dengan empat balok perak tersebut.

Sebab, terdapat perbedaan keterangan antara dua tersangka yang sudah diamankan. Keterangan dari Bripka Agus tidak selaras dengan keterangan dari tersangka lainnya, Suyitno.

”Hari ini (kemarin, Red) kami konfrontir lagi. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda,” imbuh eks Kapolsek Bintan Utara, Kepulauan Riau tersebut.

Pihaknya berencana untuk mendatangi kembali sejumlah tempat kejadian perkara di Probolinggo dan Pasuruan.

Hal itu untuk mencocokkan antara keterangan dari kedua tersangka dengan kondisi di lapangan.

Guna memperdalam data, korps bhayangkara telah memeriksa lokasi indekos dari korban yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang.

Di lokasi tersebut baik pemilik kos maupun teman-teman kuliah dari Faradila telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jatim. Pihaknya menegaskan penyelidikan masih akan terus berlanjut.

”Masih kita dalami, keterangannya berbeda. Supaya pas itu motifnya apa,” papar Jumhur.

Agus bersama dengan Suyitno turut digiring dari Gedung Tahti menuju Gedung Ditreskrimum untuk pencocokan keterangan di antara kedua tersangka.

Selama digiring baik Agus maupun Suyitno memilih bungkam pada saat dikonfirmasi mengenai alasan pembunuhan.

Sementara itu, pihak keluarga pada Senin (22/12) juga mendatangi Gedung Ditreskrimum Polda untuk pemeriksaan lanjutan.

Agus Subianto, paman korban, berharap bahwa Bripka Agus mendapatkan balasan yang setimpal.

”Kami berharap pelaku ini setimpal dengan perbuatannya, yaitu maksimal hukuman mati. Itu yang kami harapkan,” kata Agus. (leh/JP/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pembunuhan #mahasiswi #pasuruan #Bripka Agus #ipar #umm #suyitno #tiris #probolinggo