PROBOLINGGO, Radar Bromo- Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo memiliki nakhoda baru. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV, Prof. Dr. KH. Muhammad Sulthon, MA terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo masa khidmat 2025–2030.
Ketua Tim Formatur Musda IV MUI Kota Probolinggo K.H. Ahmad Hudri mengatakan, penetapan ketua umum dilakukan secara aklamasi.
Menurutnya, hal ini menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Musda MUI Kota Probolinggo. Mengingat, dalam musda sebelumnya pemilihan selalu dilakukan melalui votting.
“Aklamasi ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan, persatuan, dan kesepahaman seluruh peserta Musda terhadap figur serta kepemimpinan ketua umum terpilih,” ujarnya.
Selain memilih ketua umum, Musda IV juga menjadi forum evaluasi program kerja kepengurusan periode sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, peserta Musda merumuskan arah kebijakan dan program strategis MUI Kota Probolinggo untuk lima tahun ke depan.
Usai Musda IV, tim formatur bersama ketua umum akan segera menyusun struktur kepengurusan lengkap MUI Kota Probolinggo Periode 2025-2030.
“Penyusunan kepengurusan ditargetkan rampung paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan Musda,” kata Hudri.
Ketua Umum MUI Kota Probolinggo terpilih, Kiai Sulthon mengatakan, MUI merupakan lembaga yang berorientasi terhadap kemaslahatan umat.
Secara garis besar, MUI memiliki dua fungsi utama. Yakni, sebagai mitra pemerintah dalam hal yang berkaitan dengan kepentingan dan kemaslahatan umat serta sebagai pelayan umat.
“MUI hadir untuk menjembatani kepentingan umat dengan pemerintah. Sekaligus memberikan pelayanan kepada umat dalam berbagai persoalan keagamaan,” ujar guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Ketua MUI Jawa Timur H. Ainul Yaqin mengatakan, MUI dibentuk sebagai wadah musyawarah para ulama dan cendekiawan muslim yang merepresentasikan umat Islam di Indonesia.
Misi utamanya menguatkan ukhuwah Islamiyah serta menjalankan dakwah yang menyejukkan.
“Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi sumber permusuhan. Selain itu, dakwah MUI adalah mengajak dan mengingatkan umat agar menjadi lebih baik. Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, seluruh unsur MUI Kota Probolinggo dapat berperan secara optimal,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi