KANIGARAN, Radar Bromo - Di Kota Probolinggo, telah terbentuk 29 Koperasi Merah Putih (KMP). Tersebar di masing-masing kelurahan.
Namun, dari 29 KMP, hanya 17 unit yang merealisasikan pembangunan gerai, gudang, dan kantor.
Sisanya, 12 koperasi direncanakan tahun depan. Sebab, lahan yang akan dibangun masih disewakan hingga akhir Desember 2025.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet Swantoro mengatakan, dari 29 KMP di Kota Probolinggo, 12 KMP sudah terelisasi pembangunannya.
Di antaranya, KMP Kanigaran, Kebonsari Kulon, Jati, Sukoharjo, Sumbertaman, Kareng Lor, Triwung Kidul, Jrebeng Kulon, Wonoasih, Jrebeng Kidul, Pohsangit Kidul, dan Mangunharjo.
“Kami menargetkan lima KMP akan mulai dibangun dua minggu ini. KMP Pakistaji, Tisnonegaran, Curahgrinting, Kedungasem, dan Pilang. Jadi, tahun ini ditargetkan ada 17 koperasi yang terealisasi mulai bangun gerai dan kantor,” katanya, beberapa waktu lalu.
Anggaran pembangunan sarana prasaran KMP ini langsung dari Pemerintah Pusat. Syarat untuk dapat dibangun gerai, gudang, dan kantor tidak mudah.
Harus disediakan lahan seluas 1.000 meter persegi atau minimal 700 meter persegi.
Dengan lahan ukuran sekitar 23 meter kali 30 meter. Lahan luas 700 meter tidak boleh memanjang ke belakang, harus memanjang ke samping.
Selain itu, status lahan harus milik aset pemerintah dan siap dibangun.
“Sejumlah 12 KMP direncanakan realisasi tahun depan. Karena lahannya masih status disewakan hingga akhir Desember 2025. Ada yang rencana mulai dibangun Januari, ada juga bulan berikutnya,” terangnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga