WONOASIH, Radar Bromo- Seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Misyatin, 32, harus berhadapan dengan begal. Selasa (16/12) petang, ia dicegat kawanan rampok sepulang berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aiptu Adji Anggoro mengatakan, kejadian bermula ketika korban melintas di Jalan Sunan Giri, sepulang membeli beras. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat biru-putih bernomor polisi N 6675 QS. Ia berboncengan dengan anak perempuannya yang masih berusia 6 tahun.
“Korban melaju dari selatan. Di tengah perjalanan, dibuntuti dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor,” ujarnya.
Pelaku merupakan dua orang lelaki mengenakan helm, sehingga wajahnya tidak dapat dikenali dengan jelas. Setibanya di lokasi kejadian, para pelaku memepet korban. Korban sempat menepi, namun pelaku justru melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban.
Tak hanya itu, salah satu pelaku mengancam anak korban dengan senjata tajam jenis celurit. Ketakutan dan khawatir terhadap keselamatan anaknya, korban memilih turun dari motornya. “Setelah korban turun, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban ke utara,” jelas Adji.
Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma psikologis. Terlebih karena peristiwa itu terjadi saat bersama anaknya. Meski tidak mengalami luka fisik, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 15 juta.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonoasih. Anggota kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan korban. “Korban selamat dan tidak terluka. Namun, masih syok. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga