MAYANGAN, Radar Bromo- Waktu pengerjaan proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo tinggal dua pekan. Namun progres pengerjaan proyek ini justru mengalami keterlambatan 11 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Rabu (17/12), ia melihat langsung pengerjaannya. Ia mendorong pelaksana mengebut proyeknya, sehingga bisa selesai tepat waktu. “Alhamdulillah, pekerjaan revitalisasi alun-alun sudah hampir selesai. Semoga bisa selesai tepat waktu di tahun ini juga,” ujarnya.
Menurutnya, progres pekerjaan mengalami keterlambatan 11 persen. Namun, keterlambatan ini sudah berkurang dibanding pekan lalu yang terlambat sampai 25 persen. Sesuai PPK, proyek ini bisa dikerjakan dan selesai 29 Desember 2025. “Semua berharap nanti tanggal 31 Desember sudah selesai,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, pekerjaan dipercepat dan bisa memperkecil keterlambatan hingga 11 persen. “Progres pekerjaan sudah 85 persen dari target rencana 96 persen. Dengan waktu yang ada ini, kami mendorong ada percepatan pengerjaan dan bisa selesai tepat waktu,” terangnya.
Proyek alun-alun yang tersisa, kata Rini, tinggal merampungkan pemasangan granit bagian pojok-pojok, manhole, dan perampian. Pekerjaan yang belum selesai dan terakhir dikerjakan adalah pengaspalan jalan. Karena tepi jalan ini akan dibeton dulu dan dilanjutkan dengan pengaspalan setinggi 5 sentimeter. “Revitalisasi alun-alun kali ini, di dalamnya termasuk penataan parkir, sehingga ada markah-markah parkir mobil dan sepeda motor,” jelasnya.
Project Manager PT Probolinggo Cemerlang Sugiyanto sebagai pelaksana mengaku optimistis revitalisasi alun-alun bisa rampung tepat waktu. Pekerjaan tersisa sedikit. Mulai dari menyelesaikan pemasangan granit bagian pojok, perapian, dan pengaspalan. “Sekarang kami fokus menyelesaikan lantai trotoar, pemasangan granitnya tinggal sedikit. Jika sudah selesai, nanti terakhir tahap pengaspalan,” terangnya. (mas/rud)
Jalan Soetta-Pangsud Telat Dampak Pipa Bocor
BELUM rampungnya proyek preservasi Jalan Soekarno Hatta-Jalan Panglima Sudirman, Kota Proboliggo, memantik perhatian Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Rabu (17/12), orang nomor satu di Pemkot Probolinggo ini melihat langsung hasil pengerjaannya.
Rupanya, proyek senilai Rp 38 juta ini mengalami keterlambatan 3 persen. Salah satu hambatannya adanya kebocoran pipa air Perumdam Tirta Bayuangga, yang terkena alat berat saat pengerjaan.
“Pipa PDAM (Perumdam) yang tertanam itu berusia puluhan tahun. Jalur tanamnya pipa, pihak PDAM juga tidak tahu pasti titiknya. Saat digali dengan alat berat, ternyata ada pipa yang berbelok dan terkena alat berat,” jelasnya.
Meski demikian, kata Aminuddin, kebocoran pipa Perumdam sudah ditangani. Terpenting, kini pengerjaannya bisa rampung tepat waktu. Agar ketika libur Nataru, tidak terdampak pengerjaan. “Kami berharap selesai tepat waktu,” katanya.
PPK 1.1 Provinsi Jatim (Probolinggo-Paiton-Situbondo) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jatim Wahyu Wibowo mengatakan, progres pekerjaan proyek Reservasi Jalan Soetta-Pangsud terus naik. Meski pekerjaannya minus 3 persen dari target perencanaan. “Kami tetap optimistis pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu, Mas,” katanya.
Bowo mengatakan, progres pekerjaan nantinya akan terkerek signifikan jika dilakukan pengaspalan. Pengaspalan jalan ini diperkirakan sudah mencapai sepertiga. “Pekerjaan dilakukan dengan banyak tim dan titik. Ada pekerjaan pemasngan u-ditch, trotoar, dan pembersihan,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga