KEDOPOK, Radar Bromo - Warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Syahroni, 44, ditemukan tak bernyawa. Senin (15/12) malam, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Anang, korban kali pertama diketahuinya sekitar pukul 19.15. Saat itu, Anang curiga setelah mencium aroma tak sedap dari rumah korban. “Selain itu, korban sudah lama tidak tampak beraktivitas. Ketika dihubungi pihak keluarga, juga tidak merespons,” ujarnya.
Korban terakhir kali tampak beraktivitas Sabtu (13/12). Setelah itu, tidak pernah terlihat lagi oleh para tetangga. “Sementara, lampu teras tetap hidup selama beberapa hari,” kata Zaenal.
Dengan seizin pihak keluarga, jendela rumah korban dibuka paksa. Saat tirai disibak, benar saja korban sudah terbujur kaku di atas ranjang. Tubuhnya telentang dan beberapa bagian tubuhnya mulai menghitam karena pembusukan. Korban diduga meninggal sejak dua hari lalu. “Saat kami periksa, tidak ada tanda perampokan. Tidak ada barang yang hilang dari TKP,” katanya.
Kepolisian hanya menemukan obat Amoxilin dan Parasetamol. Dari keterangan keluarga, korban memang sudah lama menderita sakit sesak. “Dugaannya meninggal karena sakit. Korban tinggal sendirian, mantan istri dan anaknya tinggal di Surabaya,” jelas Zaenal.
Kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi. Jenazah korban dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tubuhnya mulai ada pembusukan, karena diduga korban meninggal sudah dua hari lalu,” ujar Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Nur Wasis. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga