Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jenazah Mahasiswi UMM asal Tiris Kenakan Helm saat Ditemukan di Parit Wonorejo, Sopir Keluarga Ungkap Fakta Mengejutkan

Achmad Arianto • Kamis, 18 Desember 2025 | 04:36 WIB

 

JELASKAN KONDISI JENAZAH: Sopir keluarga Samsul saat ditemui awak media. Inset, korban semasa hidup. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)
JELASKAN KONDISI JENAZAH: Sopir keluarga Samsul saat ditemui awak media. Inset, korban semasa hidup. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)

TIRIS, Radar Bromo-Meski mulai menemui titik terang, namun tewasnya Faradila Amalia Najwa, mahasiswi UMM asal Tiris, Probolinggo masih menyimpan sejumlah misteri.

Selain motif dugaan pembunuhan oleh sang kakak ipar sendiri oknum anggota Polsek Krucil berinisial AS yang belum terungkap secara gambling.

Hal lain yang juga jadi pertanyaan adalah ditemukannya korban Fara (panggilan akrab korban) di parit tepi jalan raya Malang-Pasuruan, persisnya di Desa/ Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan dekat pabrik Satoria.

Apalagi saat ditemukan, posisi korban juga mengenakan helm. Dengan pakaian masih utuh. Namun, tak ditemukan motor korban.

Sopir keluarga korban Samsul, 40 menerangkan, dari informasi yang ia dapat, pada jenazah korban terdapat sejumlah luka.

Pria yang bekerja kepada H. Ramlan (ayah korban) sejak 4 tahun lalu itu membeberkan, luka tersebut di antaranya bekas pukulan di dahi dan bekas cekikan di leher korban.

Tangan kiri di urat nadi ada bekas tekanan. Sementara di paha sebelah kiri korban ada luka lebam.

“Ada beberapa luka di tubuh korban. Itu disampaikan oleh petugas ketika saya datang melihat langsung kondisi korban di kamar jenazah,” jelasnya.

Samsul menerangkan, korban memang memiliki motor yang digunakan untuk kuliah di Malang.

Tetapi setiap pulang kampung atau hendak balik dari kampung ke Malang, dia selalu diantar mobil. Jadi, motor hanya digunakan untuk kepentingan kuliah.

“Saya yang biasanya ngantar dan nyusul dia ke Malang. Motor tidak pernah dibawa pulang,” ucapnya.

Yang buat bingung, saat Samsul dan polisi mendatangi indekos korban di Malang, juga ditemukan motor dan helm milik korban di indekosnya.

Samsul menyebut, helm yang dikenakan korban saat jenazah ditemukan, bukanlah milik korban.

Berdasarkan sejumlah informasi yang diterimanya, diduga korban dibunuh sebelumnya. Baru dibuang ke TKP.

Sebab, pada kepala korban ada lumpur. Sementara di dalam helm masih bersih.

Pihak keluarga menduga helm tersebut baru dibeli, kemudian dipakaikan pada korban agar seolah-olah korban merupakan korban begal.

Ia juga menyebut, dari rekaman CCTV, mobil Triton milik terduga pelaku sempat parkir di TKP.

Bahkan ada bekas roda mobil di sekitar TKP. Mobil tersebut kemudian putar balik ke arah Malang.

Di sisi lain, beredar dugaan bahwa korban meninggal dalam kondisi hamil. Namun, dari hasil pemeriksaan yang disampaikan oleh petugas, tidak ada keterangan yang menyebut bahwa korban sedang hamil.

“Yang hamil adalah istrinya AS yang tak lain adalah kakak kandung korban. Dari petugas tidak ada keterangan menyebutkan bahwa korban hamil,” bebernya.

Samsul juga menyebut, hubungannya dengan terduga pelaku sendiri kurang akrab. Sebab, ia termasuk akrab dengan ayah korban.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan ditemukan di parit yang ada di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12) pagi. Korban ditemukan dengan pakaian lengkap dan masih menggunakan helm.

Belakangan diketahui, dia adalah Faradila Amalia Najwa, 21, warga Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Saat ditemukan, ia menggunakan jaket hitam dan celana panjang krem. Setelah olah TKP, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Adalah Rohim, 45, warga Desa Klampisrejo, Kecamatan Kraton, yang menemukan mayat Faradila pertama kali. Sekitar pukul 06.30, Rohim hendak memanen jagung miliknya yang berlokasi di pinggir jalan raya dekat pabrik Satoria. Ia memarkirkan mobilnya di sisi timur jalan.

Saat hendak menuju sawah miliknya yang terletak di sisi timur jalan, ia melihat ada benda seperti sesosok tubuh. Begitu didekati, sesosok tubuh itu ternyata seorang perempuan dalam kondisi telungkup dan tidak begerak di dalam parit sisi timur jalan itu.

Rohim yang terkejut dan melaporkan kejadian itu pada temannya, Suud, 55, warga Desa/Kecamatan Wonorejo yang juga hendak memanen jagung.

Suud lantas melaporkan penemuan seorang perempuan yang tertelungkup itu pada kades setempat, Lukman Hakim.

Laporan ini diteruskan kades pada Polsek. Sekitar pukul 07.00, petugas polsek datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Seketika itu ruas Jalan Raya Wonorejo, ramai warga yang melihat. (ar/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pembunuhan #mahasiswi #pasuruan #misteri #jalur malang-pasuruan #wonorejo #helm #malang #umm #tiris #probolinggo