TIRIS, Radar Bromo-Kematian Faradila Amalia Najwa, 21, mahasiswi UMM asal Tiris, Kabupaten Probolinggo menorehkan luka mendalam bagi keluarganya.
Ramlan, 60, ayah korban terkejut bukan kepalang saat mendapat informasi bahwa anaknya itu ditemukan meninggal di sebuah parit tepi jalan raya Pasuruan-Malang di Desa/ Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Dia makin bingung, sebab korban ditemukan meninggal dengan kondisi memakai helm.
Apalagi kemudian diduga anaknya itu merupakan korban pembunuhan. Berlapis-lapis informasi itu membuatnya makin kebingungan.
Yang diketahui Ramlan, selama ini korban sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Putrinya itu juga tidak pernah mengendarai motor jarak jauh. Namun, mayat korban justru ditemukan sedang memakai helm.
“Saya dapat kabar sekitar pukul 08.00 (Selasa, Red) dari Polres Pasuruan. Ada penemuan mayat katanya di dekat pabrik di Wonorejo. Dari pengecekan sidik jari, katanya Fara (korban, Red),” ucapnya.
Dalam kondisi bingung, Ramlan langsung menyuruh keluarga untuk mengecek kebenaran informasi itu.
Saat itu juga, keluarga berangkat ke lokasi mayat korban ditemukan. Yaitu di sebuah parit di ruas jalan Malang-Pasuruan, dekat pabrik Satoria. Tepatnya di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Tak cukup mengecek TKP. Keluarga juga mendatangi tempat kos korban di Malang. Saat mengecek CCTV di indekos korban, keluarga menemukan kejanggalan.
Dari rekaman CCTV itu diketahui, korban dijemput ojek online (ojol) Senin (15/12) malam. Lalu esok harinya atau Selasa (16/12), korban ditemukan sudah tak bernyawa.
Kecurigaan polisi kemudian mengarah pada sebuah mobil Triton Double Cabin.
Sebab, mobil itu terekam kamera CCTV pabrik sedang mondar-mandir di TKP. Polisi (Polres Pasuruan, red) menduga, Triton Double Cabin itu adalah mobil terduga pelaku pembunuhan terhadap korban.
Ramlan sendiri beberapa kali ditanya oleh pihak kepolisian apakah mengenal mobil itu atau apakah ada keluarga yang atau mengenal mobil itu. Dia pun menjawab, mobil itu milik menantunya, Bripka AS.
“Beberapa kali saya ditanya perihal mobil Triton. Saya jawab itu mobil menantu (AS, Red) yang saya belikan. Ternyata mobil itu diduga merupakan mobil pelaku pembunuhan,” katanya.
Polda Jatim sendiri memastikan, Bripka AS adalah terduga pelaku pembunuhan terhadap korban.
Dia ditangkap tim Jatanras Disreskrimum Polda Jatim, Selasa (16/12) malam atau kurang dari 24 jam setelah mayat korban ditemukan.
Ramlan pun mengaku sudah mengetahui perihal tertangkapnya AS, menantunya. Namun, Ramlan mengaku tidak tahu apa alasan di balik pembunuhan itu.
Memang, dirinya dan menantu sebelumnya sudah tidak akur. Sebab, beberapa kali Ramlan melihat menantunya itu bersikap tidak baik pada keluarga lainnya.
Seperti memusuhi anak pertamanya dan gelagat ingin menguasai seluruh harta yang dimilikinya.
“Kalau tidak akur sudah lama. Tetapi saya tidak pernah menyangka terduga pelaku adalah dia. Ini diketahui dari rekaman CCTV yang ada disekitar TKP. Katanya ada aktivitas sebuah mobil Triton Double Cabin mondar-mandir,” terangnya.
“Atas perbuatan yang dilakukannya, saya minta pelaku dihukum mati,” mintanya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif perihal anggota Polsek Krucil yang diamankan Polda Jatim itu. Namun Kapolres belum menjawab secara gamblang.
“Nanti akan disampaikan sama Kabid Humas Polda Jatim ya,” ujarnya singkat. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi