Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mahasiswi UMM asal Tiris yang Tewas di Parit Wonorejo Pasuruan Diduga Dihabisi Kakak Ipar, Oknum Anggota Polsek Krucil

Achmad Arianto • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:11 WIB

TERUNGKAP: Petugas saat hendak mengevakuasi korban. Inset jenazah korban semasa hidup (kiri) dan terduga pelaku AS (kanan).
TERUNGKAP: Petugas saat hendak mengevakuasi korban. Inset jenazah korban semasa hidup (kiri) dan terduga pelaku AS (kanan).
 

TIRIS, Radar Bromo-Misteri kematian Faradila Amalia Najwa, 21, yang jenazahnya ditemukan di parit tepi jalan Pasuruan-Malang, masuk Wonorejo, Kabupaten Pasuruan akhirnya terungkap.

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Tiris, Kabupaten Probolinggo itu tewas diduga dihabisi oleh kakak iparnya sendiri.

Yang mengejutkan, pelaku AS sang kakak ipar yang kini telah diamankan polisi, diketahui merupakan oknum anggota polisi. AS diketahui berinas di Polsek Krucil Polres Probolinggo.

Tidak butuh waktu lama, terduga pelaku ditangkap oleh tim Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim.

AS ditangkap Selasa (16/12), kurang dari 24 jam setelah jenazah korban ditemukan di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada pagi harinya.

AS pun langsung diamankan ke Mapolda Jatim. Dan kasusnya saat ini langsung ditangani Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast Rabu (17/12) saat doorstop menjelaskan, AS diamankan atas dugaan pembunuhan terhadap Faradila Amalia Najwa.

”Polda Jawa Timur telah mengamankan satu terduga pelaku berinisial AS yang diduga ada keterkaitan dengan penyebab meninggalnya korban. Status terduga pelaku AS sebagai anggota Polres Probolinggo Kabupaten,” terangnya.

Hingga berita ini ditulis, terduga pelaku masih diperiksa secara intensif di Mapolda Jatim. Dia belum ditetapkan sebagai tersangka.

”Tentunya yang bersangkutan akan ditetapkan, ditahan, sebagai tersangka. Tentunya berdasarkan barang bukti permulaan yang cukup,” terang Jules.

Dari tangan AS, turut diamankan sejumlah barang bukti yang ditengarai menjadi sarana dalam aksi pembunuhan. Namun, Jules urung memerinci barang bukti apa saja yang telah diamankan petugas.

Ayah korban H. Ramlan, 60, mengatakan, Fara (sapaan akrab, Faradila Amalia Najwa, Red) merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Korban semasa hidup tinggal bersama dirinya di rumahnya di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris.

Sementara anak keduanya H, 30, menikah dengan AS oknum anggota Polisi yang berdinas di Polsek Krucil Polres Probolinggo. Mereka tinggal berdua di sisi selatan rumah berjarak sekitar 200 meter.

“AS sebulan ini sering bolak-balik ke rumahnya di Kraksaan. Fara (korban, red) kalau pulang, tinggal bersama saya. Memang KTP masih tercatat di Desa Tiris, tapi rumah ada di Desa Ranuagung,” katanya saat ditemui, Rabu (17/12).

Ramlan tak menyangka, putri bungsunya tersebut menjadi korban pembunuhan.

Sebab dirinya hanya mengetahui bahwa Fara saat itu sedang kuliah di UMM.

Berita penemuan mayat di ruas jalan Malang-Pasuruan tepatnya di dekat pabrik Satoria, Wonorejo, Kabupaten Pasuruan Selasa (16/12) pagi membuatnya cukup terkejut.

Terlebih lagi, saat ditemukan menggunakan helm. Sementara putrinya tersebut tidak pernah mengendarai motor jarak jauh.

“Dapat kabar sekitar pukul 08.00 (selasa, Red) dari Polres Pasuruan. Ada penemuan mayat dari pengecekan sidik jari, katanya Fara (Korban, Red),” ucapnya.

Dirinya mengaku saat itu bingung hingga akhirnya menyuruh keluarga lainnya mengecek langsung.

Pengecekan pun dilakukan baik dari TKP hingga ke tempat kos korban di Malang.

Pengecekan yang dilakukan kemudian menemukan ada kejanggalan. Hal ini mulai dari rekaman CCTV yang ada di kos korban yang merekam bahwa korban dijemput oleh ojek online pada Senin (15/12) malam.

Keesokan harinya barulah diketahui bahwa korban ditemukan sudah tak bernyawa.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif saat dikonfirmasi perihal anggota Polsek Krucil yang diamankan oleh Tim dari Polda Jatim yang diduga sebagai pelaku pembunuhan mahasiswi yang jasadnya dibuang di Wonorejo, Pasuruan belum menjawab secara gamblang.

“Nanti akan disampaikan sama kabid humas Polda Jatim,” ujarnya. (leh/ar/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#oknum #mahasiswi #pasuruan #wonorejo #polsek krucil #umm #tiris #probolinggo