KANIGARAN, Radar Bromo - Kota Probolinggo mendapatkan kuota 301 calon jemaah haji (CJH) yang bakal berangkat haji tahun depan.
Sejumlah tiga jemaah di antaranya masuk jemaah lanjut usia (lansia). Ketiganya dipastikan tidak berangkat haji tahun depan. Dua CJH sudah meninggal dan satu CJH lainnya mengajukan tunda berangkat.
Koordinator Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, data terbaru untuk kuota CJH asal Kota Probolinggo yang bakal berangkat tahun depan berjumlah 301 orang. Di antaranya, ada tiga CJH masuk kuota lansia.
“Untuk kuota jemaah haji lansia dapat tiga jemaah kuotanya. Dua jemaah lansia sudah meninggal dan satu jemaah lagi mengajukan tunda berangkat, sehingga ketiga jemaah lansia gagal berangkat tahun depan,” katanya, Senin (15/12).
Didik mengungkapkan, selain ketiga CJH lansia yang gagal berangkat, ada sekitar 13 CJH lain yang juga dipastikan tidak jadi berangkat tahun depan.
Mereka sebagian besar mengajukan menunda keberangkatannya. Alasannya beragam. Mulai karena kondisi kesehatan hingga ekonomi atau keuangan.
Mereka yang mengajukan tunda berangkat sebagian besar karena belum siap melunasi biaya perjalananan ibadah haji (Bipih).
“Ada sekitar 13 jemaah yang sudah mengajukan tunda berangkat. Jadi, mereka yang masuk kuota berangkat tahun depan, batal berangkat tahun depan,” terangnya.
Sedangkan, CJH yang sudah dinyatakan istitaah dan melunasi Bipih, setiap harinya terus bertambah. Pekan lalu, dari 301 CJH, sebanyak 208 orang dinyatakan sudah istitaah dan 128 CJH di antaranya telah melunasi bipih.
Nilai bipih yang harus dilunasi jemaah sebesar Rp 32.971.215. Nilai itu sesuai hitungan Embarkasi Surabaya, bipih sebesar Rp 60.645.422 dikurangi setor awal Rp 25 juta dan nilai manfaat Rp 2.674.207,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga