MAYANGAN, Radar Bromo, Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo. Minggu (14/12) siang, ia berdialog langsung dengan sejumlah pelajar.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengaku senang dan bangga atas kemajuan para peserta didik. “Di mana di masa awal, ada beberapa tantangan dan perlu adanya adaptasi. Tetapi, sekarang luar biasa, para peserta didik sudah ada yang bisa Bahasa Jepang dan pandai membuat puisi,” ujarnya.
Menurutnya, kesuksesan ini tak luput dari peran dan dukungan Pemkot Probolinggo. Katanya, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden RI untuk mengentas kemiskinan. “Anak-anaknya diberikan pendidikan yang layak, sementara orang tuanya diberdayakan. Diberikan keterampilan agar nanti ketika anaknya lulus, kehidupan keluarga ini bisa naik tingkat dan tidak berada di desil 1 lagi,” terangnya.
Sejauh ini, kata Gus Ipul, ada 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Nantinya, setiap kota maupun kabupaten, minimal ada satu Sekolah Rakyat. “Kami juga akan terus melakukan evaluasi, baik harian ataupun mingguan,” ungkapnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin berharap Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo dapat menjadi percontohan. Dapat benar-benar mewujudkan harapan Presiden RI. Kini ada 95 murid aktif di Sekolah Rakyat Kota Probolinggo. Mereka terbagi di jenjang SMP dan SMA.
“Periode selanjutnya kami akan tambah empat rombel (rombongan belajar) baru, jadi 100 murid lagi. Dua rombel SMP dan dua rombel SMA. Sambil menunggu proses pembangunan gedung SR (Sekolah Rakyat) di Kelurahan Kedungasem (Kecamatan Wonoasih),” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga