Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puluhan Bangunan Terdampak Banjir Bandang, BPBD Masih Siagakan Petugas di Andungbiru Tiris

Achmad Arianto • Minggu, 14 Desember 2025 | 05:11 WIB

 

 

Bupati Probolinggo Gus Haris saat meninjau dampak banjir bandang di Andungbiru, Tiris, Probolinggo, Jumat (12/12).
Bupati Probolinggo Gus Haris saat meninjau dampak banjir bandang di Andungbiru, Tiris, Probolinggo, Jumat (12/12).

TIRIS, Radar Bromo– BPBD Kabupaten Probolinggo masih terus mewaspadai potensi banjir susulan di Kecamatan Tiris. Petugas pun terus bersiaga di lokasi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, pihaknya masih terus memetakan dampak bencana banjir.

Besarnya banjir yang terjadi di hulu sungai Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris masih berpotensi menimbulkan dampak bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Sehingga perlu dicek dan asesmen secara bertahap.

“Banjir yang terjadi cukup besar. Dampak yang ditimbulkan juga memungkinkan luas. Untuk memastikan hal tersebut kami lakukan perluasan pemetaan dampak bencana,” katanya.

Dari pemetaan dampak bencana banjir yang ditimbulkan, hingga Sabtu (13/12) tercatat tujuh jembatan rusak. Di antaranya di Desa Andungbiru ada tiga jembatan. Meliputi, dua jembatan putus total dan satu jembatan miring.

Kemudian di Desa Andungsari ada satu jembatan putus dan satu jembatan miring. Lalu di Desa Tlogosari ada 1 jembatan putus. Sementara di Desa Tiris ada satu pagar jembatan rusak.

Tidak hanya infrastruktur, sebanyak 40 unit bangunan turut terdampak. Di antaranya di Desa Andungbiru ada satu rumah rusak berat, satu dapur rusak, dan empat rumah tanah sampingnya longsor.

Kemudian di Desa Tiris ada dua dapur rusak, tiga kandang rusak, empat rumah tergenang air. Juga 10 dapur tergenang air, dan 15 kandang tergenang air.

“Untuk penanganan infrastruktur yang terdampak kami telah berkoordinasi untuk melakukan perbaikan. Beberapa titik sudah dibuat jembatan darurat,” terangnya.

Meski dampaknya cukup parah, Oemar menyebut, sejauh ini belum ada indikasi banjir terjadi karena penebangan pohon liar. Menurutnya, banjir terjadi karena hujan deras dengan durasi cukup lama di wilayah hulu. Sehingga, debit air sungai meningkat secara cepat.

“Banjir yang terjadi belum ada indikasi ke sana (ilegal logging, Red). Wilayah hulu saat itu memang hujan deras dan durasinya cukup lama. Sehingga air meningkat,” bebernya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#andungbiru #banjir bandang #bpbd #bencana #tiris #probolinggo