Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Bandang di Tiris Probolinggo Dituding Akibat Kerusakan Hutan jadi Penyebab, Lihat Kerusakan dan Dampaknya di Sini

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:05 WIB
TAK BISA DILINTASI: Jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru yang terputus setelah banjir bandang menerjang, Kamis (11/12) sore. Jumat (12/12) pagi Pemkab Probolinggo dan warga bahu-membahu untu
TAK BISA DILINTASI: Jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru yang terputus setelah banjir bandang menerjang, Kamis (11/12) sore. Jumat (12/12) pagi Pemkab Probolinggo dan warga bahu-membahu untu

TIRIS, Radar Bromo - Banjir bandang dan longsor melanda dua desa di Kecamatan Tiris, Kamis (10/12) sore. Hujan deras dan debit air di sungai yang meluap membuat sejumlah infrastruktur dan rumah warga rusak. Ratusan warga bahkan terancam terisolir setelah ada jembatan yang rusak.

Banjir bandang dan longsor ini membuka luka lama karena pernah terjadi bencana serupa di tahun 2018.

Warga menduga bencana yang menerjang Desa Andungbiru dan Desa Tiris ini bukan sekadar akibat hujan deras yang turun sejak Kamis pukul 14.00. Melainkan rangkaian panjang kerusakan hulu yang selama ini ditutupi semak hijau.

Baca Juga: Dua Jembatan di Andungbiru Tiris Probolinggo Putus, Ribuan Warga Terisolir, Sejumlah Rumah Rusak

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, saat debit air sungai naik drastis pada pukul 17.30, warga hanya punya hitungan menit untuk menyelamatkan diri.

Warga di Dusun Kedaton melihat jembatan yang rusak.
Warga di Dusun Kedaton melihat jembatan yang rusak.
Lumpur dan batang kayu menyerbu pemukiman di Dusun Kedaton, Dusun Lawang Kedaton, hingga Dusun Krajan. Sebanyak 22 rumah terdampak dengan beragam tingkat kerusakan mulai dari rusak berat, sedang, hingga terendam lumpur.

TERPUTUS: Jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru yang terputus setelah banjir bandang menerjang, Kamis (11/12) sore.
TERPUTUS: Jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru yang terputus setelah banjir bandang menerjang, Kamis (11/12) sore.

Di Desa Tiris, suara gemuruh mengawali bencana. “Ada suara ‘dur’ keras sekali. Saya kira jembatan yang runtuh. Ternyata tembok belakang rumah saya kena longsor,” cerita Nur Hayati, warga Dusun Krajan yang rumahnya jebol dihantam material longsor.

Nur Hayati mengaku, setelah itu dia semalaman tidak tidur. “Saya takut. Kalau malam kejadian lagi bagaimana? Ada enam orang di rumah. Akhirnya saya ngungsi ke rumah tetangga," katanya.

Rumah warga yang rusak setelah diterjang banjir bandang.
Rumah warga yang rusak setelah diterjang banjir bandang.

Namun suara paling lantang datang dari warga Andungbiru, Agus Subianto, yang menyebut akar persoalan banjir tak bisa dilepaskan dari rusaknya hulu Andungbiru- Jember.

Menurutnya, sejak 2018 terjadi penggundulan hutan besar-besaran di kawasan persil PTPN dan wilayah Perhutani Jember.

“Ada illegal logging. Banyak kayu besar habis. Warga sini tidak menebang. Jadi, di sisi hulu ini sudah Jember,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan, setelah hutan hilang, lahan bekas tebangan diisi perkebunan kopi. “Serapan air hilang. Setiap Desember pasti banjir. Kami trauma 10 Desember 2018. Banjir waktu itu parah. Material tertahan jembatan lalu masuk ke rumah warga," kata Agus.

"Tapi yang kemarin (Kamis, red) ini berbeda karena jembatannya jebol. Kami bersyukur jembatan jebol, kalau tidak air pasti ke rumah warga lagi. Bulan kejadiannya sama, anggap ini ulang tahun bencananya,” ucapnya dengan nada satire.

Rumah milik Ali, warga Dusun Kedaton, Desa ANdungbiru yang rusak berat.
Rumah milik Ali, warga Dusun Kedaton, Desa ANdungbiru yang rusak berat.

Dari drone, kata Agus, kondisi hulu tampak hijau namun menyimpan bahaya. “Ada seperti cekungan sungai tapi tanpa air. Itu jadi bendungan alami. Kalau pecah bersamaan, jadinya banjir bandang. Dilihat hijau, tapi kalau di datangi pasti kayu-kayunya tinggal sedikit di hulu,” jelasnya.

Kerusakan permukiman banjir bandang kali ini cukup luas. Ada banyak rumah warga yang rusak. Di Andungbiru, rumah Moh Ali 43, terbilang rusak kategori berat, rumah Siami rusak sedang, sementara rumah Sunadi dan Sani rusak ringan. Di dusun Lawang Kedaton, longsor mengenai rumah Sirat dan Tugiyat dengan kerusakan ringan. Sementara di Desa Tiris, tercatat ada 14 rumah warga tergenang.

Bencana ini menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo. Jumat (12/12) pagi, Bupati Probolinggo Mohammad Haris bahkan mendatangi langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di dua desa tersebut. Ia mengakui persoalan hulu perlu perhatian serius.

RAWAN: Warga menunjukkan titik longsor yang terjadi di Andungbiru.
RAWAN: Warga menunjukkan titik longsor yang terjadi di Andungbiru.

“Ada banyak sungai dengan geometri berubah. Setiap tikungan menghajar permukiman. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan, sungai, dan arah aliran,” ujar Haris.

Ia menambahkan, meski tidak ada korban jiwa, satu warga luka akibat longsor di dapur rumahnya. Pemkab Probolinggo sudah melakukan asesmen kebencanaan.

"Kami akan segera tangani sejumlah fasilitas yang rusak akibat banjir ini. Langkah awal kami lakukan penanganan kedaruratan. Pembangunan jembatan darurat agar kegiatan masyarakat tidak lumpuh," katanya. (mu/fun)

 

Dampak Bencana di Tiris:

Banjir

Longsor

Fasilitas Umum yang Rusak:

Editor : Fandi Armanto
#rumah rusak #jembatan #andungbiru #banjir bandang #hujan deras #Terisolir #tiris