PROBOLINGGO, Radar Bromo– Peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia Tahun 2025 di Kota Probolinggo berlangsung begitu meriah. Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bersinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo merayakannya dengan menggelar berbagai lomba yang bisa menumbuhkan nilai antikorupsi sejak dini.
Seperti lomba video/ film pendek antikorupsi, lomba konten media sosial antikorupsi, lomba debat antikorupsi, lomba karikatur berbasis digital antikorupsi.
Lalu ada pula lomba bercerita untuk anak disabilitas, lomba bercerita menggunakan Bahasa Indonesia yamg baik dan benar, hingga lomba pidato resmi yang mengangkat dengan tema "Satukan Aksi, Basmi Korupsi."
Semua lomba ini diikuti oleh peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK,MA Negeri/Swasta se-Kota Probolinggo.
Puncaknya, digelar Penganugerahan Festival Edukasi Antikorupsi dalam rangka Hakordia Kota Probolinggo tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah di Ballroom Paseban Sena, Jl. Suroyo, Kota Probolinggo, Kamis (11/12).
Seremonial penyerahan penghargaan kepada para pemenang pagi itu diberikan oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Lilik Setiyawan, S.H., M.H.; Kepala Kepolisian Resor Probolinggo Kota AKBP. Rico Yumastri, S.I.K., M.I.K; Kepala Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Mellina Nawang Wulan, S.H., M.H.
Tampak pula Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M.; Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, M.Kes.; Komandan Kodim 0820/Probolinggo atau yang mewakili. Juga ada Inspektur beserta seluruh Perangkat Daerah (PD) Kota Probolinggo hingga kepala satuan pendidikan di Kota Probolinggo dan peserta festival edukasi Antikorupsi.
Wali Kota dr. Aminuddin menyebut, peringatan Hakordia menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejauh mana upaya yang sudah dilakukan untuk melawan korupsi. Pun mengistilahkan korupsi sebagai penyakit kronis yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di Kota Probolinggo tercinta ini, kita tidak hanya ingin menindak korupsi. Tapi jauh lebih penting, kita harus mencegahnya sejak dini. Dan pencegahan yang paling efektif yakni melalui pendidikan,” ungkap Wali Kota dr. Aminuddin.
Seperti halnya lomba-lomba dalam peringatan Hakordian ini, tujuannya untuk menanamkan pentingnya pendidikan antikorupsi dengan membangun karakter yang bermoral, tangguh, adil, dan bermartabat. Sekaligus menciptakan gerakan budaya yang menumbuhkan nilai antikorupsi dejak dini di Kota Probolinggo.
“Pelajar itu seperti halnya kain putih. Pendidikan antikorupsi ini penting diberikan sejak dini agar bisa menjadi karakter anak bangsa sehingga nanti betul-betul bisa menjadi insan antikorupsi dalam mengisi pembangunan negara ini,” ungkap Wali Kota.
Kajari Kota Lilik Setiyawan mengapresiasi suksesnya gelaran serangkaian lomba peringatan Hakordia tersebut. Ini menurutnya merupakan wujud sinegi, kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi aktif antara pemkot dengan Kejari Kota Probolinggo.
Peringatan Hakordia lanjut Kajari Lilik, sengaja digelar berbagai lomba-lomba untuk menanamkan nilai integritas sejak dini.
Caranya, membangun karakter bermoral, tangguh, adil, dan bermartabat sebagai investasi jangka panjang mewujudkan Indonesia Emas 2045 bebas korupsi.
Sengaja juga melibatkan lembaga pendidikan di bawah naungan Disdikbud kota Probolinggo. Mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Sebab mereka inilah yang nanti akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Kota Probolinggo.
“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, kami tanamkan rasa tanggung jawab, rasa disiplin, dan integritras. Sehingga nanti otomatis tertanam jiwa antikorupsi bagi generasi muda di Kota Probolinggo, sebagai mental utama agar negara ini lebih makmur dari sekarang,” ujar Kajari Lilik.
Usai seremonial Penganugerahan Festival Edukasi Antikorupsi dalam rangka Hakordia Kota Probolinggo tahun 2025, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD). Temanya, "Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat."
Dipandu kepala bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Akhmad Fausi, S.E., M.M., peserta FGD yang merupakan kepala satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud dan Dinas Kesehatan ini mendapat kunci pencegahan korupsi dari para narsum kompeten di bidangnya.
Antara lain, Puji Prastowo, S.E. selaku Inspektur Kota Probolinggo serta jajaran di lingkungan Kejari Kota Probolinggo. Di antaranya, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Andi Haeruddin Malik, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Ferry Dewantoro Nugroho, S.H., M.H. dan Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Yusuf Kurniawan Abadi, S.H. (el/adv)
Pemenang Lomba Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Kota Probolinggo
- Lomba Video/Film Pendek “Anti Korupsi”
SMP/MTs SMPN 2
- Lomba Konten Media Sosial “Anti Korupsi”
SD/MI SDN Kanigaran 1
SMP/MTs SMPN 6
- Lomba Debat “Anti Korupsi”
SMP/MTs SMPK Mater Dei
SMA/SMK/MA SMKN 2
- Lomba Karikatur berbasis Digital“Anti Korupsi”
SD/MI Menur Lituhayu (SD Integral Hidayatullah)
SMP/MTs Cantika Naomi Saputro (SMPK Mater Dei)
- Lomba Bercerita untuk Anak Disabilitas
SD/MI Ahmad Gibran Hidayat (SDN Sukabumi 2)
SMP/MTs Agung Tri Hartanto (SMPN 7)
- Lomba Bercerita Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
SD/MI Aisyah Rizki A (SDN Sukabumi 2)
SMP/MTs Yuko Putri PP (SMPN 8)
- Lomba Pidato Resmi “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”
SD/MI Chelsea Hidayat (SDN Wonoasih 1)
SMP/MTs Vitta Dila Ardina (SMPN 1)
Editor : Muhammad Fahmi