MAYANGAN, Radar Bromo - Tarif Kapal Cepat Trans Jatim “Express Bahari” dari Pelabuhan Delta Arta Bahari Nusantara (DABN) Probolinggo ke Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, begitu murah.
Bahkan, lebih murah diandingkan tarif kapal penyeberangan atau Kapal Pelayaran Rakyat (Pelra).
Tarif Kapal Pelra untuk sekali jalan Probolinggo-Gili Ketapang, Rp 10 ribu per orang. Sedangkan, tarif kapal cepat ini hanya Rp 6.700 per orang dewasa.
Namun, khusus rute Probolinggo-Gili Ketapang, jumlah penumpang kapal cepat dibatasi.
Pembatasan ini dilakukan selama masa promo harga tiket masih berlangsung atau akhir Desember 2025.
Setelah masa promo selesai, tarif kembali ke harga reguler, Rp 35 ribu per penumpang dewasa. Meski tiket tersedia dan bisa dipesan, kuota penumpang tetap tidak dibuka penuh.
“Bukan tidak diperbolehkan. Penumpang ke Gili Ketapang bisa dilayani, tetapi jumlahnya masih terbatas, mungkin hanya puluhan orang. Tidak sampai ratusan,” ujar Perwakilan UPT PPR Banyuwangi wilayah kerja Gili Ketapang, Junaedi.
Menurutnya, pembatasan diterapkan untuk menjaga keberlangsungan angkutan laut lain yang sudah beroperasi. Yani, Kapal Pelra.
“Kami mempertimbangkan agar hadirnya kapal cepat tidak mematikan usaha mereka. Setelah masa promo berakhir dan tarif normal diterapkan, layanan bisa dibuka secara penuh,” jelasnya.
Bagi penumpang yang sudah memesan tiket melalui aplikasi Sipentol, namun mengalami kendala keberangkatan, termasuk tidak bisa menuju Gili Ketapang, dapat mengajukan refund atau reschedule.
Sementara ini, prosesnya dilakukan manual melalui petugas di lapangan. “Saat ini refund atau ganti jadwal masih dilayani secara manual ke petugas operasional,” ujar Helpdesk Kapal Cepat Trans Jatim “Express Bahari” Dewa.
Selain ke Gili Ketapang, kapal cepat ini juga mempunyai rute ke Gili Mandangin, Branta, Gili Iyang, dan Kalianget.
Setiap harinya, kapal ini dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan DABN pukul 08.00. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga