PERINGATAN Hari Jadi ke-94 Unit Organisasi Bersifat Khusus-Rumah Sakit Umum Daerah (UOBK-RSUD) dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo begitu istimewa. Selain menjadi momentum merayakan kematangan usianya, untuk kali pertama, RSUD dr. Mohamad Saleh menemukan jati dirinya.
Perjalanan panjang rumah sakit milik Pemkot Probolinggo ini diketahui dari warisan sejarah yang sukses diidentifikasi dalam setahun terakhir. Untuk memperingati Hari Jadi ke-94, UOBK RSUD dr. Mohamad Saleh menggelar beragam kegiatan.
Di antaranya, ada skrining kesehatan jiwa dilanjutkan cek kesehatan gratis (CKG) bagi pegawai RSUD dr. Mohamad Saleh. Kemudian, ada peresmian Probolinggo Asma Community (Proasco), bakti sosial pembagian sembako bagi janda/pensiunan pegawai dan masyarakat sekitar RSUD, serta senam bersama dan bazar UMKM.
Selanjutnya, ada ziarah ke makam dr. Mohamad Saleh dan bakti sosial khitanan massal. Kegiatan ini bekerja sama dengan Baznas Kota Probolinggo. Puncaknya, digelar sarasehan, tasyakuran sekaligus seremonial pemotongan tumpeng. Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Paseban Sena Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, Rabu (9/12).
Tercatat ada 250 undangan. Mereka merupakan para mitra kesehatan, para purna atau keluarga direktur RSUD dr. Mohamad Saleh hingga para dokter. Serta, para direktur sejumlah rumah sakit di Probolinggo dan sekitarnya, klinik, apotek, hingga komunitas penyintas, perwakilan pasien, hingga warga di sekitar rumah sakit.
“Selamat Ulang Tahun ke-94 kepada seluruh keluarga besar UOBK RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Saya mengapresiasi inisiatif dr. Intan Sudarmadi, purnadirektur RSUD dr. Mohamad Saleh dan dr. NH. Hidayati, direktur RSUD dr. Mohamad Saleh, sehingga kita bisa menemukan sejarah berdirinya rumah sakit kebanggaan kita ini,” ujar Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang diwakili Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Budiono Wirawan.
Wali Kota berharap peringatan 94 tahun berdirinya rumah sakit ini makin memicu semangat. Khususnya para punggawa layanan kesehatan di RSUD dr. Mohamad Saleh untuk terus berinovasi.
“Meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan mempertahankan eksistensi rumah sakit ini sebagai pusat layanan kesehatan yang mampu bersaing. Ini sejalan dengan visi Pemkot Probolinggo dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, maju, dan sejahtera,” lanjutnya.
Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh N.H. Hidayati mengatakan, penelusuran sejarah RSUD dr. Mohamad Saleh memang membutuhkan waktu. “Kami baru mengetahui setelah ditemukan berita di koran zaman Belanda yang menyampaikan bahwa cikal bakal rumah sakit di Probolinggo, sudah ada sejak tahun 1914,” katanya.
Pada koran tersebut, N.H. Hidayati mengaku, tertulis juga bahwa peletakan batu pertama pembangunan RSUD dr. Mohamad Saleh dilakukan pada Juni 1931. Pada 9 Desember 1931, RSUD ini diresmikan oleh Wali Kota Probolinggo Mayor (saat itu). “Karena itu, Wali Kota (dr. Aminuddin) menetapkan 9 Desember 1931 sebagai Hari Jadi RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo,” ujarnya.
Angka 94, kata N.H. Hidayati, merupakan angka yang sudah matang bagi sebuah instansi. “Namun, kematangan ini tidak membuat pihaknya berhenti dan lelah untuk melayani. “Justru peringatan pertama kalinya, tepat pada 94 tahun inilah, kami berkomitmen melakukan perbaikan-perbaikan demi meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kota Probolinggo,” ungkapnya. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga