MAYANGAN, Radar Bromo- Meninggalnya salah satu pengunjung di wisata Kum-Kum di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk dari TNI AL Kamladu Mayangan dan Satpol Airud Polres Probolinggo.
Danposkamladu Mayangan Letda Laut (P) Aditya Arief P mengatakan, pihaknya akan mengimbau UPT PPP Mayangan memasang papan imbauan. Meski sejauh ini papan larangan mandi di kolan pelabuhan sudah terpasang. “Sebetulnya papan imbauan sudah ada di tepi pantai, tapi nanti kami minta untuk pasang papan imbauan di perairannya juga,” ujarnya.
Termasuk papan peringatan di bagian-bagian laut yang berbahaya, seperti di bagian yang mudah ambles. Menurutnya, bagian tersebut juga perlu diberikan penanda agar masyarakat paham, bahwa lokasi itu berbahaya dan tidak ke sana.
“Kami juga mengusulkan adanya sekoci dan alat-alat keselamatan yang bisa di-standby-kan di lokasi, sehingga ketika ada kejadian, kami bisa langsung action, mengingat waktu sangat berharga dalam kondisi penyelamatan,” ujarnya.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana berpesan, untuk masyarakat yang hendak turun ke perairan agar berhati-hati. Karena, laut tidak sama dengan kolam renang. Di laut cuaca mudah berubah, ada yang namanya pasang surut, dan kondisi landasan atau tanah yang tidak rata.
“Semua itu harus diperhatikan. Bila tidak bisa berenang ya jangan turun atau pakai pelampung. Tidak berenang atau bermain terlalu ke tengah. Laut itu bisa menjadi teman bagi masyarakat yang hendak mencari rezeki, tapi kadang juga menjadi berbahaya bagi mereka yang tidak mau berhati-hati,” katanya.
Diketahui, Jumat (5/12), sekitar pukul 16.30, seorang remaja, Yanuar Indra Pamungkas, 17, hilang di perairan Wisata Kum-Kum, UPT PPP Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ini hilang ketika berenang bersama dua teman sekolahnya. Akhirnya, dia ditemukan meninggal dunia. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga