KRAKSAAN, Radar Bromo- Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji menjadi salah satu perhatian utama Pemkab Probolinggo menjelang lonjakan aktivitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemerintah pun memastikan distribusi energi hingga bahan pokok dalam kondisi aman, untuk menghindari kepanikan pasar sekaligus meredam potensi gejolak harga.
Kepastian itu menguat setelah koordinasi lintas sektor dilakukan bersama Pertamina, Bulog, aparat penegak hukum, hingga Bank Indonesia di Kabupaten Probolinggo.
Dari hasil pemantauan, stok BBM dan LPG dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode akhir tahun.
“Untuk distribusi BBM dan LPG, Pertamina memastikan ketersediaannya dalam kondisi aman. Ini penting karena Nataru selalu dibarengi dengan peningkatan konsumsi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.
Tak hanya energi, Pemkab Probolinggo juga memetakan potensi kenaikan harga komoditas pangan strategis.
Ugas menyebut, setiap memasuki momen hari besar keagamaan, tekanan inflasi hampir pasti terjadi.
Ditambah faktor cuaca ekstrem serta berjalannya program prioritas pemerintah, kenaikan harga menjadi tantangan tersendiri.
“Komoditas yang perlu diwaspadai di antaranya beras, telur ayam ras, daging ayam, hingga hortikultura seperti tomat. Ini yang langsung berdampak ke dapur masyarakat,” ujarnya.
Untuk meredam gejolak harga, pemerintah menyiapkan serangkaian langkah taktis. Mulai operasi pasar murah, penguatan pemantauan harga harian, hingga inspeksi mendadak ke pasar dan gudang distributor.
Aparat penegak hukum turut dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada penimbunan.
Pemkab juga mengantisipasi potensi hambatan distribusi akibat padatnya arus lalu lintas libur akhir tahun. Dukungan armada distribusi serta pengamanan jalur logistik disiapkan agar pasokan pangan tetap mengalir. (mu/mie)
Editor : Muhammad Fahmi