TIRIS, Radar Bromo-Dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo kembali mengalami bencana. Rabu (10/12) sore longsor kembali menerjang Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris..
Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun akses jalan sempat terganggu karena material longsor menutupi jalan.
Longsor ini bukan yang pertama. Sebab Rabu (3/12) lalu juga terjadi longsor setelah hujan deras mendera.
Longsor yang terjadi ada di dua titik. Longsor disebabkan tebing setinggi 3 meter longsor tidak kuat menahan air hujan. Selain menutupi akses, ada material longsor yang mengenai rumah warga.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, longsor bermula saat hujan turun di Kecamatan Tiris siang hari.
Mulanya hujan turun dengan intensitas rendah kemudian berangsur-angsur menjadi deras dengan durasi yang lama.
Hingga akhirnya menyebabkan tanah longsor di dua lokasi. Yakni di RT. 9 dan RT. 10/RW. 3, Dusun Sumberkapung, Desa Andungbiru, Kecamatan setempat.
“Longsor terjadi saat sore hari setelah wilayah Kecamatan Tiris diguyur hujan lebat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah Kamis (11/12).
Setelah hujan reda dan longsor terjadi, warga sekitar bergotong royong melakukan pembersihan material tanah longsor.
Sebab material longsor yang menutup akses jalan , mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Warga juga segera melakukan pembersihan material tanah longsor yang menimpa sebagian rumah warga supaya kerusakan bangunan tidak semakin parah.
Zubaidullah mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat. Selanjutnya melakukan asesmen di lokasi bencana keesokan harinya atau kemarin.
Dari hasil asesmen yang telah dilakukan, terdapat dua warga yang terdampak bencana tanah longsor.
Rumah mereka jebol karena material tanah longsor sehingga mengalami kerusakan. Petugas juga melakukan distribusi logistik pada warga terdampak longsor tersebut.
“Asesmen dan penyaluran logistik kebencanaan sudah kami lakukan. Wilayah Kecamatan Tiris hingga kini masih sering diguyur hujan. Karena itulah koordinasi dengan forkopimca setempat kami tingkatkan,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto