Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Butuh Rp 12 M, Pelebaran Jalan Citarum Probolinggo Dianggarkan hanya Rp 1,6 M di 2026

Arif Mashudi • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:00 WIB
TITIK MACET: Persimpangan Jalan Citarum di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, akan dilebarkan tahun depan. Titik ini jadi lokasi rawan macet setiap hari di saat jam sibuk.
TITIK MACET: Persimpangan Jalan Citarum di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, akan dilebarkan tahun depan. Titik ini jadi lokasi rawan macet setiap hari di saat jam sibuk.

KANIGARAN, Radar BromoButuh anggaran Rp 12 miliar untuk pelebaran Jalan Citarum di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Namun, Pemkot Probolinggo baru bisa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar.

Jumlah itu sudah ditambah Rp 600 juta dari rencana awal yang hanya Rp 1 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, pelebaran Jalan Citarum tahun depan hanya difokuskan pada persimpangan Jalan Citarum ke selatan yang rawan macet.

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, anggaran untuk pelebaran Jalan Citarum awalnya diajukan hanya Rp 1 miliar.

Namun, dalam pembahasan Rancangan APBD 2026, Banggar DPRD Kota Probolinggo menyarankan jumlahnya ditambah. Hingga akhirnya, pelebaran Jalan Citarum dianggarkan Rp 1,6 miliar.

"Untuk pelebaran Jalan Citarum dianggarkan sekitar Rp 1,6 miliar. Sesuai saran Banggar, ditambah dari Rp 1 miliar menjadi Rp 1,6 miliar. Sebab, program ini jadi salah satu prioritas Wali Kota Probolinggo," kata Rini, panggilannya.

Rini menerangkan, Detail Engineering Design (DED) pelebaran Jalan Citarum telah disusun oleh Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo sejak tahun 2024.

Berdasarkan DED itu, diketahui kebutuhan anggaran untuk pelebaran Jalan Citarum sebenarnya Rp 12 miliar. Dengan panjang jalan yang akan diperlebar sekitar 1 kilometer.

Namun, karena kemampuan anggaran terbatas, akhirnya pelebaran Jalan Citarum tidak bisa dilakukan sekaligus. Namun bertahap.

Saat ini, pelebaran jalan hanya dilakukan di titik rawan macet. Terutama di persimpangan Citarum.

”Jalan Citarum itu pasti banjir kalau hujan. Lalu, saat jam-jam sibuk, Jalan Citarum selalu macet. Yaitu, pagi saat waktunya berangkat sekolah dan kerja atau jam jemput anak sekolah," terangnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, sebenarnya sudah lama Jalan Citarum diajukan untuk pelebaran. Bahkan, DED untuk pelebaran jalan sudah dibuat. Tinggal realisasi saja.

Pertimbangannya, arus lalu lintas di ruas jalan itu sangat padat. Apalagi saat jam-jam dibuk di pagi, siang, dan sore.

”Tidak masalah untuk awal dianggarkan Rp 1,6 miliar, khusus pelebaran di titik macet. Tahun berikutnya pelebaran dilanjutkan ke selatan,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pemkot probolinggo #jalan citarum #probolinggo #macet #pelebaran jalan