Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Hari, Dua Warga Kademangan Probolinggo Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Ditinggal Istri

Inneke Agustin • Kamis, 11 Desember 2025 | 12:51 WIB
Petugas Polsek Kademangan saat berupaya mengevakuasi jenazah RH di rumahnya Gang Sarikoyo, Pilang, Kademangan.
Petugas Polsek Kademangan saat berupaya mengevakuasi jenazah RH di rumahnya Gang Sarikoyo, Pilang, Kademangan.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Dua warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, ditemukan meninggal gantung diri, dua hari berturut-turut. Mereka mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

Kejadian pertama diketahui Senin (8/12), di sebuah bengkel cat di Kelurahan Triwung Kidul, Kademangan.

Sekitar pukul 21.00, kepolisian Polsek Kademangan menerima informasi ada warga bunuh diri.

Korban adalah IB, 53, warga Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, yang tidak lain pekerja di bengkel tersebut. Dia ditemukan meninggal dengan posisi leher terjerat tali tampar.

“Tali tersebut dililitkan ke pengait bak truk,” kata Kanit Reskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susianto.

Kondisi korban pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya yang saat itu hendak mengambil sarung di dekat truk. Namun, saat itu rekan korban tidak tahu bahwa korban bunuh diri.

“Rekan kerjanya melihat korban dalam posisi yang aneh,” katanya. Merasa khawatir, kondisi itu dilaporkan ke sekuriti. Benar saja, setelah dicek korban diketahui dalam kondisi sudah tak bernyawa.

“Akhirnya dilaporkan ke kami. Kami langsung ke lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh,” tuturnya.

Dedik mengatakan, tak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban.

Selain itu, dari rekaman CCTV di lokasi kejadian juga diketahui bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

“Dari keterangan teman korban, sebelum kejadian korban tidak mengeluh apa-apa. Tapi memang korban ini tipe orang yang tertutup,” terangnya.

Keesokan harinya atau Selasa (9/12), kejadian serupa terjadi di Jalan Soekarno Hatta Gang Sarikoyo, Kelurahan Pilang, Kademangan.

RH, 41 ditemukan meninggal dengan sebuah sarung terlilit di lehernya. Tepat di ruang keluarga rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susianto mengatakan, kondisi korban pertama kali diketahui sepupu korban, RC alias Fred, 42. Saat itu, saksi mengirim makanan ke rumah korban sekitar pukul 14.00.

“Memang saksi ini sering antar makanan ke rumah korban. Sebab, korban tinggal di rumah tersebut sendirian. Istri dan anaknya pulang ke Kalimantan,” terangnya.

Saat itu, saksi masuk ke rumah korban. Dia lantas membuka tirai antara ruang tamu dan ruang keluarga.

Ia kaget karena mendapati sepupunya berdiri namun tak bergerak. Posisinya menghadap selatan dan di lehernya terlilit sarung yang diikat ke lubang ventilasi

Merasa khawatir, ia pun memanggil warga sekitar dan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian datang, tak lama kemudian.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara ini dugaan kami, korban gantung diri karena stes akibat ditinggal istri dan anaknya. Namun penyebab pastinya masih kami dalami,” katanya.

Pihak kepolisian pun langsung mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh. Petugas kamar jenazah Badri Alamsyah mengatakan, kedua korban murni meninggal karena gantung diri.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Hanya ada luka jeratan di leher dan posisi lidah yang tergigit,” katanya. (gus/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#kademangan #gantung diri #ditinggal istri #depresi #probolinggo