Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setahun, Rest Area-Gerai UMKM Kota Probolinggo Mangkrak, Begini Alasan DKUP

Arif Mashudi • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:05 WIB
TUNGGU SARPRAS: Rest Area dan Gerai UMKM di depan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo sudah setahun belum difungsikan.
TUNGGU SARPRAS: Rest Area dan Gerai UMKM di depan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo sudah setahun belum difungsikan.

KADEMANGAN, Radar Bromo - Genap satu tahun Rest Area dan Gerai UMKM di depan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo mangkrak.

Tak ayal, fasilitas yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dari APBD Kota Probolinggo itu menjadi sorotan DPRD Kota Probolinggo.

Terlebih sudah ada puluhan pelaku UMKM mendaftar dan menyatakan siap menempatinya. Namun, sejauh ini belum jelas kapan mereka bisa meramaikan Rest Area dan Gerai UMKM.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, Rest Area dan Gerai UMKM ini telah rampung dibangun pada 2024.

Pembangunannya menelan anggaran besar. Mulai dari membangun jembatan pintu masuk dan keluar hingga rest area dan gerainya.

“Seharusnya sudah bisa dimanfaatkan dan digunakan tahun ini. Ternyata sampai satu tahun belum juga difungsikan,” katanya, Selasa (9/12).

Ia menegaskan, pemerintah dalam perencanaan pembangunan seharusnya bisa mengatur perencanaan pemanfaatan.

Proyek yang menelan anggaran besar seharusnya bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi, demi mendukung perekonomian masyarakat.

“Kami akan meminta Pemkot segera memfungsikan rest area gerai UMKM itu. Supaya pembangunannya tidak muspro,” ujar politisi Golkar ini.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Probolinggo Farina Churun Inin.

Ia mengaku, banyak disambati pelaku UMKM yang sudah mendaftar ke DKUP untuk menempatinya. Mereka sudah lama mendaftar, tapi tidak kunjung ada kepastian kapan realisasinya.

Bahkan, pelaku UMKM siap memanfaatkannya tanpa harus menunggu penambahan sarana parasana dan fasilitas. 

“Sangat disayangkan kalau tidak segera difungsikan. Dibiarkan begitu terlalu lama, malah makin tidak terpelihara,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet mengatakan, Rest Area dan Gerai UMKM ini akan difungsikan tahun depan.

Karena tahun ini masih ada tambahan pembangunan dua gerai UMKM.

Proyek gerai baru itu dibangun dengan anggaran Rp 174 juta dari Perubahan APBD 2025 dan satu gerai lagi program CSR.

Slamet mengatakan, pihaknya mengajukan CSR untuk memenuhi sarana prasarana dan fasilitas di rest area tersebut.

“Kedua gerai UMKM itu harus rampung dibangun akhir tahun ini,” katanya.

Slamet menerangkan, bangunan rest area dan gerai UMKM terintegrasi dengan bangunan yang baru. Yakni, sebagai Pusat Oleh-Oleh dan Galeri Dekranasda.

Nantinya rest area dan gerai UMKM ini akan ditempati oleh pelaku UMKM Kota Prboolinggo.

“Kami ingin rest area dan gerai UMKM itu menjadi jujukan tamu-tamu dari luar kota. Tahun 2026 ditargetkan sudah bisa difungsikan atau ditempati,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#mangkrak #gerai umkm #probolinggo #rest area #bayuangga