KANIGARAN, Radar Bromo - Menjelang Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan pasokan energi di seluruh wilayah.
Selama itu pula, diprediksi konsumsi BBM akan meningkat 8,5 persen di wilayah Jawa. Termasuk di Probolinggo.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus saat ini telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru untuk memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Sebab, berdasarkan proyeksi nasional, akan terjadi tiga puncak mobilitas masyarakat. Yaitu, pada 24–25 Desember 2025; 31 Desember–1 Januari 2026; dan arus balik pada 2–4 Januari 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya memprediksi ada peningkatan kebutuhan BBM dan elpiji selama Nataru. Terutama untuk jenis Gasoline dan elpiji.
"Peningkatan ini terjadi seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan," kata Ahad.
Proyeksi konsumsi BBM ini diperkirakan meningkat sekitar 8,4 persen dari rata-rata normal sebesar 19.580 KL/hari untuk Gasoline.
Sedangkan untuk Gasoil turun sekitar 5,1 persen dari konsumsi normal 9.596 KL/hari, seiring dengan berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
”Untuk kebutuhan rumah tangga, konsumsi Mitan (minyak tanah) diperkirakan meningkat 8,5 persen dari normal harian 348 KL/hari. Lalu, elpiji meningkat 3,4 persen dari normal harian 6.184 MT/hari,” tambahnya.
Meski konsumsi meningkat, pihaknya memastikan ketersediaan stok BBM dan elpiji di seluruh SPBU dan agen elpiji dalam kondisi optimal.
Pertamina, menurutnya, mengutamakan distribusi yang merata di seluruh daerah. Termasuk daerah-daerah yang rawan atau terpencil.
“Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Nataru. Selain stok aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapat pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” ujar Ahad.
Selain memastikan stok aman, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang dimiliki. Meliputi 1.473 SPBU, 907 Pertashop, dan 1.209 agen elpiji.
Berbagai layanan tambahan juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama periode Nataru.
Layanan tersebut mencakup 644 SPBU Siaga 24 jam dan 917 Agen Elpiji Siaga yang memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energi kapan saja.
”Kami juga menyiapkan 17 unit mobil tangki stand-by sebagai kantong suplai di jalur padat perjalanan. Harapannya, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, dan transportasi, baik darat maupun udara dengan memastikan kelancaran pendistribusian energi,” tambahnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi