MAYANGAN, Radar Bromo-Pengerjaan proyek pembangunan revitaliasasi trotoar Alun-Alun Kota Probolinggo, harus rampung akhir bulan ini.
Namun, progres pekerjaan proyek senilai Rp 8,7 miliar tersebut, baru tercapai 50 persen. Terlambat 20 persen dari target perencanaan.
Oleh karena itu, Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo mendesak pelaksana untuk ngebut menyelesaikan pekerjaan dengan cara dilembur. Mengingat, bahan material yang dibutuhkan sudah ada di lokasi.
”Memang progres pekerjaan ada keterlambatan. Tapi, bahan material sudah ada di lokasi. Jadi kami minta pekerjaan untuk dilembur. Sebab, proyek ini harus rampung akhir bulan Desember,” terang Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti.
Namun, pekerjaan menurutnya harus tetap cermat. Sebab, pekerjaan trotoar dan lantainya merupakan pekerjaan-pekerjaan arsitektural.
”Saya minta pelaksana untuk lembur. Tapi harus tetap cermat, karena ini pekerjaan-pekerjaan arsitektural. Jadi harus tukang yang ahli dari beberapa tim sekaligus, supaya bisa selesai tepat waktu,” terangnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, saat ini di lokasi proyek sudah terbangun saluran dengan memasang u-ditch.
Di atasnya, sebagian sudah terpasang lantai trotoar dari granit. Pohon-pohon pengganti juga sudah tertanam.
Halim selaku site manager CV Probolinggo Cemerlang yang mengerjakan proyek ini mengatakan, pihaknya siap menyelesaikan proyek sesuai target.
Pekerjaan juga mulai dilembur dengan menambah tukang ahli dalam pekerjaan arsitek.
Selain itu, bahan material yang dibutuhkan sudah ada di lokasi. Sehingga, tinggal melaksanakan pekerjaan.
”Untuk progres memang terlambat, tapi bahan material sudah ada semua. Tinggal pekerjaannya. Sehingga, sekarang fokus pengerjaannya,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi