MAYANGAN, Radar Bromo - Proyek rehabilitasi Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo tahun ini belum rampung.
Bahkan, ada keterlambatan pengerjaan sekitar 25 persen. Namun, Pemkot Probolinggo berencana melanjutkan perbaikannya tahun depan dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
Anggaran miliaran rupiah itu dialokasikan dalam APBD 2026. Sebelumnya, dalam APBD 2025 rehab awal rumah dinas di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, ini telah dianggarkan sekitar Rp 950 juta.
Kondisi rumdin ini memang butuh perbaikan karena lama tak ditempati. Selama rumdin masih direhab, Wawali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari tinggal di rumah pribadinya di Jalan Brantas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, dari beberapa kegiatan pembangunan Bidang Cipta Karya tahun 2026, salah satunya ada rehab lanjutan rumdin wawali. Melalui APBD 2026, dialokasikan sekitar Rp 1,5 miliar.
“Tahun depan itu rehab lanjutannya. Kalau tahun ini anggaran rehab hanya sekitar Rp 950 juta dan memang direncanakan rehab dilanjutkan tahun 2026,” katanya, Rabu (3/12).
Menurutnya, rehab rumdin wawali memang perlu dilakukan. Areanya rawan terjadi genangan air, sehingga bangunan harus ditinggikan.
Tahun ini rehab dilakukan pada bangunan sisi utara dengan cara ditinggikan.
Tahun depan rehab lanjutan difokuskan pada sisi selatan. Mulai dari garasi, dapur, dan halaman.
“Sisi selatannya masih rendah. Kalau nanti gak diangkat atau ditinggikan, akan banjir. Termasuk ada pekerjaan paving halaman juga. Nanti rehab lanjutan, bangunan akan ditinggikan 80 sentimeter, seperti yang dikerjakan pada tahun 2025,” jelasnya.
Soal progres pekerjaan rehab rumdin wawali tahun ini, Rini mengatakan, progresnya masih 73 persen.
Terlambat 25 persen dari target rencana 98 persen. Sedangkan, P1 atau batas kontrak pengerjaan tanggal 9 Desember 2025.
“Kami akan evaluasi nanti, apakah pengerjaannya akan diberikan perpanjangan waktu atau tidak,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga