KOMITMEN kepemimpinan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp. OG (K)., M.Kes. dalam mewujudkan Kota Sehat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Probolinggo, mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI. Pemkot Probolinggo, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.
Kota Probolinggo kembali meraih penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Tahun 2025. Berhasil meraih STBM Award 2025, untuk kategori Kabupaten/Kota STBM Madya Terbaik.
Kedua prestasi ini diterima Kota Probolinggo dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Swasti Saba dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2025 di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (28/11) sore.
Dalam Penganugerahan KKS dan STBM Award 2025 “Kota Sehat Generasi Hebat Wujudkan Indonesia Emas 2045,” yang merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (KHKN) ke-61 Tahun 2025 ini, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memenuhi undangan sebagai salah satu tamu kehormatan. Ia hadir secara offline untuk menerima penghargaan tersebut. Poin penilaian yang berhasil dikumpulkan Kota Probolinggo, terbaik kedua se-Indonesia setelah Kabupaten Sidoarjo.
Sore itu, penganugerahan KKS dan STBM Award 2025 diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, dan Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial Ekologi dan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Sorni Paskah Daili.
Penghargaan Kota Sehat ini merupakan apresiasi Kemenkes RI yang berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri RI, untuk daerah kabupaten/kota yang sangat serius menunjukkan dedikasi tinggi dalam membangun lingkungan yang bersih, aman, nyaman berkelanjutan.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengungkapkan syukur dan bangga atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, diraihnya penghargaan Kota Sehat dan STBM Award 2025,ini bukan semata hasil kerja pemerintah saja,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan wujud hasil kerja bersama, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen antara pemkot, swasta, akademis, organisasi masyarakat. Serta, didukung partisipasi aktif seluruh warga Kota Probolinggo dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dimulai dari lingkungannya masing-masing.
“Semoga penilaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sekaligus menciptakan lingkungan kota yang semakin nyaman dihuni bagi seluruh warga sebagai perwujudan Smart Healthy City sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi, Sp.N, M.H., FMIN. menambahkan, untuk mengikuti tahap penilaian Kota Sehat dan STBM Award, tidak mudah. Syarat utamanya adalah kabupaten/kota yang sudah dinyatakan Open Defecation Free (ODF).
“Tentu hal ini menuntut konsistensi dan komitmen bersama, inovasi, dan kemitraan dengan kolaborasi yang kuat didukung keterlibatan publik yang terus tumbuh serta kebijakan hingga berbagai dukungan infrastruktur. Sehingga, tidak hanya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tapi sekaligus meningkatkan harapan hidup masyarakat di Kota Probolinggo," ujarnya. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga