WONOMERTO, Radar Bromo- Sebuah pabrik kayu di Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terbakar.
Senin (1/12) malam, api muncul dari ruang silo atau tempat penampungan serbuk kayu. Dengan banyaknya barang mudah terbakar, api dengan cepat membesar.
Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, kobaran api kali pertama diketahui seorang karyawan pabrik.
Ia melihat asap keluar dari bagian silo. Saat dicek, tampak percikan api yang diduga muncul akibat gesekan antarserbuk kayu dalam kondisi panas. Kemudian, menjalar ke tumpukan serbuk lainnya.
Pihak pabrik sempat melakukan pemadaman mandiri. Namun tidak berhasil.
Mereka kemudian melapor ke Polsek Wonomerto dan diteruskan ke Damkar Kabupaten Probolinggo.
Sekitar pukul 21.45, Tim Damkar meluncur membawa dua unit fire truck berkapasitas 6.000 dan 3.500 liter serta satu unit fire supply berkapasitas 4.000 liter.
“Bantuan juga datang dari Damkar Satpol PP Kota Probolinggo dengan satu unit fire truck berkapasitas 5.000 liter,” ujar Danang.
Proses pemadaman terkendala ventilasi masuk di ruang silo. Membuat personel kurang leluasa. Terutama ketika harus menyemprotkan air dari atas dan bawah secara bergantian.
“Kalau disemprot dari bawah, personel yang berada di atas akan terkena imbas asap. Karena itu, kami bertahan memadamkan dari atas dulu. Setelah aman, kami gunakan teknik penyemprotan dari bawah dengan pressure fire truck sekitar 10 bar agar serbuk kayu di bagian tengah bisa turun,” jelas Danang.
Sementara itu, personel yang berada di bawah siaga dengan tiga jalur slang. Satu jalur untuk tembakan sistem jet dan dua jalur nozzle hose tipe spray atau fog yang berfungsi sebagai pelindung dari asap panas serta bara api yang jatuh.
Setelah hampir tiga jam, kerja keras tim damkar mulai terlihat. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.15.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta,” ujar Danang. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi