PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kebakaran terjadi di sebuah warung makan di Jalan Supriadi, Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran, Kota Probolinggo, Sabtu (29/11) pagi.
Tak hanya membawa kerugian materiil. Kebakaran itu juga mengakibatnya dua orang pemilik warung mengalami luka bakar.
Nurul, 19, warga di sekitar warung mengatakan, saat itu warung buka pagi hari.
Padahal, biasanya buka agak siang. “Biasanya baru buka sekitar pukul 11.00, tapi hari ini buka pagi,” katanya.
Belakangan diketahui, warung tersebut hendak menyiapkan ratusan pesanan makanan. Saat itu, dua pemilik warung bersiap memasak. Yaitu, Isnan, 40 dan Rossa, 38.
“Jadi pemilik warung mau masak saat itu. Namun, mereka mencium bau gas dan mendengar gas ngowos,” kata Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Bima Nur Dianto.
Keduanya lantas merendam tabung ke dalam bak berisi air. Sementara bagian atasnya ditutup menggunakan kain basah. Tanpa membuka regulator.
Saat tabung masih di dalam bak, kompor lantas dihidupkan. Ledakan pun terjadi, disertai dengan api yang menyambar dan berkobar di ruangan itu.
“Kemungkinan di dalam ruangan tersebut masih ada sisa gas yang bocor. Jadi waktu kompor dihidupkan, api langsung menyambar dan terjadilah kebakaran,” ujarnya.
Semburan api dari kompor melukai wajah, tangan, dan kaki Isnan. Sementara Rossa menderita luka bakar di kaki kanan.
Saat itu, api langsung membumbung hingga ke atap dapur. Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut berupaya membantu memadamkan api.
Bima menjelaskan, kebakaran tabung gas tidak bisa dipadamkan dengan air. Harus menggunakan APAR.
Begitu juga dalam menangani tabung ngowos, tidak serta merta bisa selesai dengan cara menutup tabung memakai kain basah.
“Ada tekniknya sendiri dan sepertinya ini teknik yang digunakan kurang tepat karena regulator tidak dilepas. Seharusnya dilepas, sehingga masih ada gas yang masuk yang membuat kebakaran,” terang Bima.
Damkar sendiri, menurutnya, menerima informasi melalui call center 112 sekitar pukul 09.10.
“Tim langsung meluncur ke lokasi dengan membawa satu unit fire truck berkapasitas 3.000 liter. Meski demikian, kami padamkan apinya menggunakan APAR,” katanya.
Proses pemadaman dilakukan dengan hati-hati dan berjalan lancar. Api padam pada pukul 09.30 dan dinyatakan kondusif pada pukul 09.35.
“Sementara korban dievakuasi ke PMI Kota Probolinggo untuk mendapat penanganan medis,” jelas Bima. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi