PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kisah tragis dialami sejoli asal Probolinggo. Perjalanan menjenguk keluarga yang sakit di RS berujung tragedi.
Motor yang mereka kendarai terlibat kecelakaan maut adu banteng di ruas jalan raya Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (27/11).
Rencana pernikahan yang telah disusun pun dipastikan batal digelar. Mereka dipisahkan maut.
Sang kekasih perempuan meninggal dunia. Sementara sang lelaki alami luka-luka.
Dalam kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 18.00 itu, Ani Fitriana, 20, warga Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, Ani berboncengan naik motor Honda Beat bernopol N 3429 QL dengan tunangannya, Muhammad Mario, 21 yang merupakan warga Desa Bladokulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
“Korban ini dari arah selatan mau ke utara,” kata salah satu warga yang melintas, Junaedi, 29.
Diketahui, keduanya berangkat dari rumah mereka. Tujuannya, ke RSUD dr. Mohammad Saleh untuk menjenguk keluarga yang sedang sakit dan dirawat di sana.
Junaedi mengatakan, sesampainya di lokasi kejadian, merepa papasan dengan truk yang melaju dari arah sebaliknya.
Semula Junaedi mengira, truk tersebut hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya.
“Tapi saya lihat, kok ternyata malah nyeberang masuk ke jalur satunya. Sampai nabrak pemotor ini dan akhirnya berhenti karena menabrak pohon di seberang jalan. Sepertinya, rem blong,” duga pria asal Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu.
Truk itu menabrak motor korban adu muka. Akibatnya fatal. Kedua korban akhirnya terlempar ke sisi barat jalan.
Namun menurut Junaedi, saat itu korban Mario sudah tak bergerak, sementara Ani masih sempat menggerakkan tangannya.
“Tadi yang perempuan sempat gerakkan tangan masih. Yang cowok sudah tidak bergerak,” ungkapnya.
Keduanya lantas dievakuasi ke Puskesmas Jorongan untuk mendapat penganan pertama.
Namun, Ani dinyatakan meninggal dunia dan dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh.
Sedangkan Mario yang mengalami luka-luka dievakuasi ke RS Wonolangan.
“Korban menderita sejumlah luka di dahi, tangan, perut, dan kaki. Tapi paling parah yang di dahi dan rusuk,” kata petugas kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Gusti Ferdy Lesmana.
Setelah diperiksa di kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, jenazah Ani dibawa pihak keluarga ke rumah duka. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi