PEMERINTAH Desa Satreyan, Kecamatan Maron merencanakan dan merealisasikan pembangunan serta program strategis pemerintah dengan bertahap. Pembangunan fisik di desa dan program ketahanan pangan berjalan beriringan.
Kenyamanan masyarakat dalam dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari menjadi perhatian serius Pemerintah Desa (pemdes) Satreyan.
Hal ini dapat terwujud jika jalan baik penghubung antardesa, dusun, pemukiman hingga pertanian, kondisinya nyaman. Sehingga pemdes berkomitmen untuk membangun jalan secara berkelanjutan.
Sekretaris Desa Satreyan Antoni mengatakan, pembangunan jalan di desanya dilakukan berdasarkan usulan warga desa. Lalu ditindaklanjuti dengan pemetaan kondisi jalan didapati bahwa beberapa ruas jalan memang perlu dilakukan pembangunan.
Sebab jalan tersebut belum pernah dibangun atau kondisinya sudah rusak. Hasil pemetaan inilah kemudian ditindaklanjuti dengan musyawarah desa dan perencanaan pembangunan.
“Masih ada beberapa jalan yang memerlukan pembangunan. Dari usulan warga tahun ini kami targetkan ada 3 ruas jalan yang dibangun,” katanya.
Sesuai dengan anggaran yang tersedia tahun ini, pemdes telah merencanakan dan merealisasikan pembangunan 2 ruas jalan. Diantaranya mengaspal jalan sepanjang 634 meter di RT 7/RW 2, Dusun Gentengan sampai RT 14 dan 16/RW 4, Dusun Satreyan Wetan. Serta pavingisasi jalan sepanjang 400 meter di RT 14/RW 4, Dusun Satreyan Wetan. Dua ruas jalan tersebut sudah selesai dibangun.
Kemudian pavingisasi jalan sepanjang 200 meter di RT 12/RW 3, Dusun Bandungan. Ruas jalan ini menjadi target pembangunan karena merupakan akses penting warga dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Khusus untuk jalan ini pemerintah desa dalam waktu dekat akan merealisasikannya.
Ketiga jalan yang menjadi sasaran pembangunan tersebut memiliki banyak fungsi. Selain akses menuju pemukiman yang dihuni oleh puluhan warga desa, juga merupakan akses menuju lading pertanian.
“Dari tiga ruas jalan yang sudah direncanakan. Baru terealisasi dua ruas. Sisanya segera kami realisasikan,” ucapnya.
Antoni menambahkan, pemdes saat ini telah merealisasikan pembangunan saluran irigasi sepanjang 100 meter di RT 16/RW 4, Dusun Satreyan Wetan. Dengan saluran ini pihaknya berharap kebutuhan pengairan untuk lahan pertanian desa terpenuhi dengan baik dan merata.
Kembangkan Budi Daya Bebek karena Punya Potensi dan Menghasilkan
Potensi wilayah menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Desa (pemdes) Satreyan mewujudkan program ketahanan pangan. Lingkungan yang cocok akan mempermudah pengelola dalam menjalankan program ketahanan pangan.
Kondisi wilayah yang baik membuat pemerintah desa merealisasikan ketahanan pangan budi daya bebek. Budi daya ini dipilih dengan beberapa pertimbangan. Selain wilayah, pengelolaannya juga tidak sulit. Prospek usaha ke depan juga menjanjikan.
“Dengan memperhatikan potensi desa yang ada, kami telah merealisasikan budi daya bebek,” kata Sekretaris Desa Satreyan Antoni.
Pemdes telah menyediakan anggaran untuk merealisasikan ketahanan pangan tersebut sebesar Rp 276 juta. Modal tersebut digunakan untuk membuat kandang komunal sebagai tempat pembesaran bebek.
Kemudian penyediaan pakan dan alat-alat yang dibutuhkan serta biaya operasional lainnya sampai dengan masuk masa panen.
Antoni mengaku, sebelumnya telah melakukan studi banding tentang budi daya bebek. Mulai dari persiapan kandang, pemeliharaan bebek hingga panen. Juga sistem penjualannya, sehingga pengelola memiliki gambaran mulai awal sampai panen.
Menurutnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pembudi dayaan bebek ini. Mulai dari ketersediaan pakan, kebersihan kandang, dan suhu kandang yang cocok. Sehingga bebek yang dibesarkan akan tubuh dengan baik dan sehat dan punya kualitas daging baik.
“Budi daya bebek ini cukup menjanjikan. Pemasarannya juga tergolong mudah,” tuturnya.
Antoni bilang, budi daya bebek ini tergolong bukan hal yang baru bagi Desa Satreyan. Pasalnya unit usaha yang saat ini dikelola BUMDes Jaya Mulya ini telah dirintis secara bertahap sejak 3 tahun lalu. Karena memiliki prospek yang bagus maka pemdes menambah permodalan dan mengembangkannya.
“Masa panen bebek antara 40 - 45 hari. Pengelola sudah punya jaringan untuk menjual bebek yang siap panen,” pungkasnya. (ar/fun/*)
Pembangunan Tahun 2025
- Mengaspal jalan sepanjang 634 meter di RT 7/RW 2, Dusun Gentengan sampai RT 14 dan 16/RW 4, Dusun Satreyan Wetan;
- Pavingisasi jalan sepanjang 400 meter di RT 14/RW 4, Dusun Satreyan Wetan;
- Membangun irigasi sepanjang 100 meter di RT 16/RW 4, Dusun Satreyan Wetan;
- Pavingisasi jalan sepanjang 200 meter di RT 12/RW 3, Dusun Bandungan;
- Membangun 3 unit RTLH;
- Ketahanan pangan budidaya bebek.