PEMERINTAH Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) berkomitmen mengembalikan citra Kota Probolinggo sebagai kota utama penghasil Mangga dan Anggur di Indonesia.
Setelah sukses menggelar Pesta Mangga pertama kali tahun 2024 lalu, DKP3 Kota Probolinggo kembali menggelarnya untuk menyambut melimpahnya panen raya Mangga yang jatuh tiap November.
Kali ini, acara yang bertajuk “Probolinggo Pesta Mangga 2025” berlangsung lebih meriah karena digelar dua hari, Sabtu –Minggu (22-23/11).
Mengawali rangkaian kegiatan, dua gunungan mangga dikirab dari pertigaan Jl. Dr. Soetomo (Plaza Probolinggo) menuju lokasi venue GOR Ahmad Yani kota Probolinggo diiringi kesenian musik Dug-dug dan Macanan, Sabtu (22/11) pagi.
Selama dua hari, beragam lomba dan kegiatan full digelar, membuat lokasi GOR Ahmad Yani benar-benar menarik animo masyarakat untuk datang.
Diantaranya, ada lomba logo, ada kontes mangga terbesar termanis dan terunik, bazaar berbagai olahan pertanian dan perikanan, pelatihan olahan Mangga, talkshow tentang Mangga Kota Probolinggo, hingga bazaar Mangga murah.
Namun tentu saja, hal yang paling dinanti masyarakat saat pesta mangga seperti ini bukan saja karena bisa icip-icip mangga gratis. Tapi keseruan momentum saat masyarakat memperebutkan gunungan mangga.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin juga antusias. “Diantara banyaknya jenis mangga, memang mangga asal Kota Probolinggo yang paling unggul kualitasnya, baik tekstur hingga rasa manisnya. Ini sudah terkenal di seantreo Nusantara.”
Gelaran Probolinggo Pesta Mangga 2025 juga sengaja mengundang daerah sekitar yang sama-sama penghasil mangga.
“Terimakasih kehadirannya, ada dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo bahkan ada dari Kabupaten Karangasem –Bali. Sehingga tahun ini, kontes Mangga untuk mencari Mangga terberat termanis dan terunik bukan saja dari kelurahan-keluarahan di kota Probolinggo tapi juga tingkat kabupaten/kota,” katanya.
Tahun depan, lanjut dr. Aminuddin, pemkot akan buat lebih meriah lagi. “Kalau bisa pesertanya datang dari seluruh Indonesia. Dan kota Probolinggo menjadi pelopor diselenggarakannya Indonesia Mango Festival. Kami berharap, kegiatan ini akan terus diselenggarakan agar efeknya bisa berpengaruh multiefek pada ekonomi masyarakat,” tegas Wali Kota Probolinggo di sambut aplaus hadirin.
Sementara itu kepala DKP3 Kota Probolinggo, Fitriawati menyebut, selama ini masyarakat lebih mengenal 2 jenis mangga saja, yakni arumanis dan manalagi. Padahal, Kota Probolinggo memiliki 20 jenis mangga.
“Probolinggo Pesta Mangga 2025 sengaja kami mengusung tema ‘Mangga Kota Probolinggo Untuk Indonesia’. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemkot untuk mengembalikan ikon Kota Probolinggo sebagai kota utama penghasil mangga di Indonesia. Itulah mengapa kami berharap kuatnya komitmen, sinergi dan kolaborasi dari semua unsur,” bebernya.
Probolinggo Pesta Mangga 2025 tidak hanya bisa meningkatkan sektor pariwisata namun juga perekonomian masyarakat. Selain menambah pengetahuan masyarakat tentang jenis mangga, masyarakat juga tahu berbagai olahan buah Mangga yang bisa dihasilkan. (el/adv)
Kontes Mangga
TINGKAT KABUPATEN/KOTA
TER - Besar = Kabupaten Karangasem (1,26 kg)
TER - Manis = Kabupaten Probolinggo (18 Brix)
TER - Unik = Kabupaten Situbondo
TINGKAT KELURAHAN SE-KOTA PROBOLINGGO
TER - Besar = Kelurahan Curahgrinting (1,465 kg)
TER - Manis = Kelurahan Tisnonegaran (21 Brix)
TER - Unik = Kelurahan Ketapang (Mangga Posing)
LOMBA LOGO
Juara I Kimiko Ahsaniamila (MTs Negeri Kota Probolinggo)
Juara II Raina Hafizah (SMP Namira)
Juara III Genio Alfarizzy Yudha P. (SMP Negeri 5 Kota Probolinggo)
LOMBA OLAHAN BUAH MANGGA
Juara I TP PKK Kelurahan Sumber Wetan, Kedopok
Juara II TP PKK Kelurahan Sukabumi, Mayangan
Juara III TP PKK Kelurahan Pohsangit Kidul, Kademangan
Editor : Abdul Wahid