Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Maron Kidul di Probolinggo Wujudkan Tiga Bidang Ketahanan Pangan

Achmad Arianto • Selasa, 25 November 2025 | 12:30 WIB
KOKOH: Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim melewati jembatan di RT 6/RW 2, Dusun Brukan.
KOKOH: Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim melewati jembatan di RT 6/RW 2, Dusun Brukan.

PEMERINTAH Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron menyeimbangkan pembangunan desa. Pembangunan fisik menjadi prioritas namun tidak mengenyampingkan program ketahanan pangan.

Ketahanan pangan berbasis potensi desa menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Desa Maron Kidul. Wilayah desa tergolong berpotensi di semua bidang ketahanan pangan.

Mulai dari bidang peternakan, pertanian hingga perikanan. Ini membuat pemerintah desa berupaya memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Karena itulah ketahanan pangan pada tiga bidang tersebut secara bertahap direalisasikan.

“Untuk ketahanan pangan wilayah desa tergolong berpotensi di semua bidang. Peternakan, perikanan, dan pertanian kami maksimalkan untuk mewujudkan ketahanan pangan,” kata Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim.

Dengan anggaran sebesar 280 juta rupiah, ketahanan pangan tiga bidang tersebut diwujudkan.

Pada bidang peternakan ketahanan pangan diwujudkan dengan mengelola penggemukan sapi. Sapi digemukkan dalam kandang komunal di RT 15/RW 5, Dusun Krajan.

Kandang untuk sapi tersebut sudah dibangun dengan konstruksi beton. Mulai diisi sapi anakan limousin.

Jenis yang dipilih karena memiliki prospek yang cukup baik dan punya nilai jual yang tinggi. Dengan demikian keuntungan dari penggemukan sapi ini digadang-gadang dapat menjadi pemasukan desa.

“Saat ini ada 7 sapi dalam kandang. Masih tahap penggemukan. Rencananya akan kami tambah lagi tetapi menyesuaikan ketersediaan anggaran,” ucapnya.

Sementara di bidang perikanan, wilayah Desa Maron Kidul merupakan aliran sungai pekalen. Memiliki kualitas air yang cukup baik. Potensi ini kemudian ditangkap oleh pemerintah desa untuk membuka unit usaha ketahanan pangan budidaya ikan nila.

Pengelola telah melakukan peninjauan lokasi di RT 9/RW 3, Dusun Pekalen. Dengan memanfaatkan aliran air sungai, rencananya akan dibangun sebuah kolam dengan sekat berkonstruksi besi.

Agar bibit ikan tumbuh dengan baik maka kolam akan diberikan pengaman berupa jaring. Pemberian jaring ini juga untuk menghalau binatang liar agar tidak masuk dalam kolam.

Sementara untuk ketahanan pangan bidang pertanian pengelola akan melakukan penanaman padi.

Komoditi ini dipilih karena ketersediaan air cukup melimpah. Pengelola tidak akan kesulitan untuk pemenuhan irigasi mulai awal tanam hingga panen.

“Tiga bidang ketahanan pangan dipilih karena prospeknya cukup menjanjikan. Mudah-mudahan nanti bisa dikelola secara maksimal dan tentunya memberikan PAD,” bebernya.

GEMUK: Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim mengecek sapi yang digemukkan dalam kandang di RT 15/RW 5, Dusun Krajan.
GEMUK: Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim mengecek sapi yang digemukkan dalam kandang di RT 15/RW 5, Dusun Krajan.

 

Realisasikan Pembangunan Fisik Merata

Pembangunan fisik atau sarana prasarana penunjang aktivitas sehari-hari warga menjadi perhatian Pemerintah Desa Maron Kidul. Tak heran jika pembangunan fisik terus dilakukan secara berkelanjutan. Khususnya di wilayah yang belum tersentuh pembangunan.

Sekretaris Desa Maron Kidul Lukman Hakim mengatakan, pembangunan fisik ini berdasarkan usulan dan kebutuhan warga.

Kemudian pemerintah desa melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk pemetaan. Lalu dilanjutkan dengan musyawarah desa untuk memutuskan fisik mana saja yang akan dibangun.

“Anggaran yang dimiliki oleh desa cukup terbatas. Maka pembangunan fisik kami realisasikan berdasarkan kebutuhan,” katanya.

Sejauh ini Desa Maron Kidul telah merealisasikan beberapa pembangunan fisik. Diantaranya adalah membangun jembatan di RT 6/RW 2, Dusun Brukan.

Jembatan ini merupakan akses utama penghubung dusun yang terpisah oleh sungai. Warga yang akan menuju Dusun Brukan sebelumnya harus melewati Desa Brabe. Jembatan yang sudah selesai dibangun saat ini menjadi jalur alternatif menuju Desa Brabe.

Pembangunan selanjutnya yang sudah terealisasi adalah merabat beton 3 ruas jalan, diantaranya RT 17/RW 5 dan RT 15/RW 5, Dusun Krajan. Serta RT 19/RW 6, Dusun Relban.

MULUS: Warga melintas di jalan rabat beton RT 17/RW 5, Dusun Krajan yang baru dibangun oleh Pemerintah Desa Maron Kidul.
MULUS: Warga melintas di jalan rabat beton RT 17/RW 5, Dusun Krajan yang baru dibangun oleh Pemerintah Desa Maron Kidul.

Lokasi tersebut menjadi sasaran pembangunan karena jalannya kurang nyaman sehingga dikeluhkan oleh warga. Sementara jalan merupakan akses menuju pemukiman padat penduduk, akses menuju fasilitas publik, dan sekolah.

“Jembatan dan rabat beton sudah terealisasi dan saat ini sudah difungsikan oleh warga,” ucapnya.

Pemerintah desa juga telah merealisasikan pengaspalan 2 ruas jalan, diantaranya RT 20/RW 6, Dusun Relban dan RT 1/RW 1, Dusun Brukan.

Pengaspalan dilakukan dengan sistem lapisan penetrasi (lapen) sebab sebelumnya telah dibangun aspal. Namun karena volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.

Sementara jalan telah termakan cuaca dan waktu akhirnya mengalami kerusakan ringan pada bagian permukaan.

“Aspal lapen kami selesaikan karena merupakan jalan poros desa. Banyak dilintasi oleh warga. Jika tidak segera di bangun kami khawatir rusaknya bisa menjadi lebih parah,” bebernya.

Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan RT 17/RW 5, Dusun Krajan turut menjadi sasaran pembangunan desa.

Pasalnya ruas jalan ini belum memiliki penerangan yang memadai. Untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan khususnya saat malam hari pemerintah desa memasang PJU.

“PJU kami bangun karena warga mengeluh lingkungannya gelap. Pemasangan sudah kami selesaikan dan ruas jalan sudah terang,” pungkasnya. (ar/fun/*)

Pembangunan Tahun 2025

Editor : Abdul Wahid
#transparansi desa #desa maron kidul