KANIGARAN, Radar Bromo - Alokasi anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menjadi sorotan Komisi I DPRD Kota Probolinggo.
Dalam rancangan APBD 2026, anggaran dana BOSDA untuk lembaga pendidikan di Kota Probolinggo turun drastis. Baik sekolah negeri, maupun swasta.
Nilai penurunannya bahkan sangat tinggi. BOSDA SD Negeri misalnya, pada APBD 2025 Rp 8,54 miliar dan di R-APBD 2026 menjadi Rp 2,68 miliar. Artinya, turun Rp 5,86 miliar atau sekitar 75 persen.
Penurunan nilai BOSDA untuk SD Negeri ini yang tertinggi dibanding untuk lembaga pendidikan yang lain.
Ada juga BOSDA SMP Negeri yang turun sebesar Rp 3,47 miliar. Dari sebelumnya Rp 4,38 Miliar pada APBD 2025, menjadi Rp 1,36 miliar di R-APBD 2026 (selengkapnya lihat grafis).
Sibro Malisi, anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo mengatakan, penurunan alokasi anggaran untuk BOSDA sekolah negeri dan swasta di Kota Probolinggo itu cukup mengejutkan.
Sebab, anggaran BOSDA dipangkas hingga sekitar 75 persen. Seperti BOSDA SD Negeri yang awalnya Rp 8,5 miliar, hanya dialokasikan Rp 2,6 miliar.
”Untuk sekolah swasta, BOSDA yang dialokasikan hanya cukup untuk honor guru. Yaitu per guru Rp 600 ribu. Karena sifatnya hanya bantuan jasa guru. Begitu juga BOSDA SD Negeri, hanya untuk belanja jasa PPPK paro waktu,” terangnya.
Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Soewigtyo menegaskan, alokasi anggaran pendidikan di Kota Probolinggo tidak dikurangi.
Sesuai mandatory besarnya 20 persen dari nilai APBD. Bahkan, pada R-APBD 2026 diperkirakan alokasi anggaran pendidikan mencapai 23 persen dari nilai APBD.
”Tidak ada pengurangan anggaran pendidikan itu. Malahan dialokasikan 23 persen, melebihi dari mandatory 20 persen,” ungkapnya.
Tyok –panggilannya- mengatakan, dana BOSDA lembaga pendidikan memang berkurang tahun depan. Namun, sesuai temuan BPK, diketahui bawah anggaran BOSDA banyak yang salah sasaran.
Karena itu, dibuatlah kebijakan untuk menyelamatkan sekolah dan anggarannya. Caranya, mengalokasikan anggaran BOSDA hanya untuk honor guru.
Selain honor guru, maka anggarannya melekat pada Disdikbud dan tetap diperuntukkan pendidikan.
Selanjutnya, anggarannya akan dialokasikan untuk program lain. Salah satunya, untuk perbaikan sekolah. Sebab, ada banyak sekolah yang rusak dan perlu perbaikan.
”Di Kota Probolinggoa ada 58 sekolah yang rusak. Kamar mandi rusak, ruang lokal rusak. Jadi, anggaran yang ada akan dipakai untuk pembangunan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan. Sehingga, pemanfaatan alokasi anggaran pendidikan lebih maksimal,” tegasnya. (mas/hn)
| Uraian | KUA PPAS 2026 / APBD 2025 | R-APBD 2026 | PENGURANGAN |
| BOSDA SD Negeri | Rp 8,54 Miliar | Rp 2,68 Miliar | Rp 5,86 Miliar |
| BOSDA SMP Negeri | Rp 4,38 Miliar | Rp 1,36 Miliar | Rp 3,47 Miliar |
| BOSDA SD | Rp 3,55 Miliar | Rp 464,6 Juta | Rp 3,085 Miliar |
| BOSDA SMP | Rp 4,37 Miliar | Rp 553 Juta | Rp Rp 3,8 Miliar |
| BOP PAUD TK Negeri | Rp 55,2 Juta | Rp 23,2 Juta | Rp 32 Juta |
| BOP PAUD Daerah | Rp 5,68 Miliar | Rp 2,29 Miliar | Rp 3,39 Miliar |