PROBOLINGGO, Radar Bromo - Dua musala di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo menjadi sasaran pencurian kotak amal, Minggu (23/11) siang.
Pelaku menyasar Musala Al-Mu’min di Kelurahan Mayangan dan Musala Ash-Sholihin di Kelurahan Mangunharjo. Total sekitar Rp 600 ribu uang amal raib digondol pelaku.
Marhama, 60, penjaga Musala Al-Mu’min mengatakan, pencurian terjadi saat ia menggantikan tugas Pujo, 40, penjaga musala yang tengah melaut selama tiga hari.
Pagi itu sekitar pukul 09.00, kondisi musala cukup sepi, karena belum masuk waktu salat. Namun, pintu musala tidak dikunci agar warga tetap leluasa beribadah.
“Kebetulan saya juga keluar kota sebentar, jadi pintu tidak saya kunci. Takutnya ada yang ingin salat,” ujarnya.
Seorang pria tak dikenal yang membawa tas ransel diketahui sempat bertanya kepada warga sekitar mengenai letak musala.
Tanpa curiga, warga kemudian mengarahkannya ke Musala Al-Mu’min.
Saat situasi sedang sepi itulah, pelaku mengambil uang dari kotak amal dan kabur. Aksi itu baru diketahui Marhama saat ia hendak salat magrib. Ia curiga karena posisi kotak amal bergeser.
“Dari lubang kotak saya lihat uangnya kosong. Karena listrik padam dan gelap, saya bawa keluar untuk memastikan. Pas dicek, ternyata isinya habis dan kait gemboknya dirusak,” tuturnya.
Diperkirakan pelaku membawa kabur uang sekitar Rp 300 ribu. Di dalam kotak hanya tersisa tiga lembar Rp 5 ribu, dua lembar Rp 2 ribu, dan sejumlah uang receh. Total sisa uang hanya Rp 103 ribu. Sayangnya peristiwa ini tidak terekam CCTV.
“Kami tidak laporan ke kepolisian, hanya ke ketua RT. Mungkin ketua RT yang melapor,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.27, kotak amal di Musala Ash-Sholihin, juga dibobol pria tak dikenal. Dalam rekaman CCTV, pelaku memakai kaos hitam dan tas punggung hitam.
Diduga, pelaku pencurian kotak amal di Musala Al Mu’min dan Musala Ash-Sholihin orang yang sama.
“Dia datang sendirian. Tapi kami tidak tahu apakah dia jalan kaki atau ada yang menunggu di luar gang,” jelas marbot musala, Imam Susanto, 54.
Pelaku masuk ke musala saat kondisi sedang sepi. Ia langsung menuju kotak amal yang ada di bawah sekat pemisah antara tempat salat jemaah laki-laki dan perempuan.
Pelaku diduga menggunakan obeng untuk merusak bagian pengait. “Sekat sampai ikut bergeser. Kotaknya ditarik dan dilepas paksa,” kata Imam.
Imam yang tiba di musala sekitar pukul 10.30 mendapati kotak amal sudah kosong.
Pelaku diperkirakan membawa kabur sekitar Rp 300 ribu dan meninggalkan kotak amal serta sebuah obeng di dalam musala.
Berbekal rekaman CCTV, kasus pencurian ini dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Imam berharap polisi segera mengungkap pelaku, karena pola dan waktunya mirip dengan kejadian di Kelurahan Mayangan.
“Sepertinya pelakunya sama. Waktunya berdekatan dan sama-sama bawa tas punggung,” ujarnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi