PROBOLINGGO, Radar Bromo-Warga tumplek blek di halaman GOR A. Yani Kota Probolinggo. Sabtu (22/11) pagi, mereka bersiap mengikuti kirab gunungan mangga hingga berebut gunungan dan menyicipinya.
Dua gunungan mangga khas Kota Probolinggo diarak dari Plaza Probolinggo di Jalan dr. Soetomo hingga ke GOR A. Yani.
Arak-arakan juga dimeriahkan dengan tarian dan musik dukduk. Kirab ini dilepas langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin.
Gunungan mangga lantas dipamerkan di halaman belakang GOR A. Yani. Di sisi lain, sejumlah stan telah disiapkan untuk masyarakat yang hadir dan hendak icip-icip berbagai varian mangga khas Kota Probolinggo.
Wali Kota Aminuddin mengatakan, dalam kegiatan ini ada sekitar 20 jenis mangga Kota Probolinggo yang turut dihadirkan dan dapat dinikmati masyarakat. Selain itu, Pemkot Probolinggo menetapkan mangga terunik, termanis, dan terbesar.
Mangga termanis antarkota diraih oleh Mangga Arum Merah Situbondo yang memiliki tingkat kemanisan di atas 20 brix.
Sementara, dari dalam kota, Mangga Manalagi dari Kelurahan Tisnonegaran dinobatkan sebagai mangga temanis dengan tingkat kemanisan hingga 21 brix.
Untuk mangga terbesar diraih oleh Mangga Saigon dari Kelurahan Curahgrinting. Sedangkan, mangga terunik adalah Mangga Pesing dari Kelurahan Ketapang.
Dalam sambutannya, dokter Aminuddin mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga keberagaman dan keberlanjutan mangga Probolinggo sebagai kekayaan lokal.
“Kita harus bersama-sama menjaga kelestarian mangga di Kota Probolinggo. Tidak menutup kemungkinan, mangga dapat menjadi komoditas besar di tingkat nasional,” jelas Aminuddin.
“Ke depan, acara ini akan kami buat lebih meriah dan lebih besar, bukan hanya di tingkat kota, tetapi juga nasional,” imbuhnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang memberikan apresiasi positif.
Rusdi, 40, warga Kelurahan Kanigaran, mengaku senang dapat mencicipi berbagai jenis mangga dalam satu acara.
“Senang sekali, bisa mencicipi banyak jenis mangga. Tapi, bagi saya, mangga Manalagi tetap yang paling enak,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Anis, 35, yang datang bersama suami dan anaknya. Ia mengaku baru mengetahui, bahwa Probolinggo memiliki begitu banyak varietas mangga.
“Yang paling familiar dan saya suka tetap Arum Manis. Tapi, jenis lain juga enak dan segar. Insyaallah besok saya datang lagi,” ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan hari pertama, masyarakat turut berebut berkat dari gunungan mangga yang telah diarak. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi