PROBOLINGGO, Radar Bromo–Insiden kecelakaan maut bus pariwisata di jalur Bromo yang merenggut sejumlah korban jiwa beberapa lalu harus jadi pelajaran bersama.
Agar insiden serupa tak berulang, Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo dan Satlantas Polres Probolinggo Kota melakukan ramp check pada tujuh bus pariwisata Kamis (20/11).
Hasilnya masih ditemukan kekurangan minor yang harus dilengkapi sejumlah bus pariwisata.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono mengatakan, ramp check dilakukan untuk mengecek kondisi bus pariwisata yang akan digunakan berwisata. Pengecekan dilakukan untuk surat-surat dan kondisi kendaraan.
“Kami melakukan pengecekan mulai dari kondisi ban, klakson, wiper, rem, ketersediaan APAR, P3K, alat pemecah kaca untuk kondisi darurat, dan sebagainya. Selain itu, juga kelengkapan surat bus dan pengemudinya,” katanya.
Hasilnya, menurut Marjono, surat-surat dan kondisi kendaraan laik jalan. Semua bus ready atau siap digunakan.
Kasi Angkutan Dishub Kota Probolinggo Partono Bastian menambahkan, pihaknya hanya mendapati temuan minor selama ramp check. Yakni, tekanan APAR yang belum optimal.
“APAR sudah ada, cuma perlu di-setting ulang karena tekanannya belum optimal. Selain itu, jumlah alat pemecah kaca juga kurang. Minimal harus ada tiga sampai empat dalam satu bus. Ini masih di bawah jumlah tersebut,” tuturnya.
Pihaknya juga menemukan, salah satu bus pengikat akinya agak kendor. Kondisi kendor menurutnya, rawan guncangan dan goyang. Akhirnya menyebabkan konsleting atau bahkan berpotensi terbakar.
“Karena itu, kami minta untuk dikencangkan. Selain itu, semuanya sudah baik. Mulai kondisi rem hingga ban,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi