PROBOLINGGO, Radar Bromo- Penghuni indekos di Jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Mayangan, Kota Probolinggo, dibuat heboh Kamis (20/11) siang.
Ini setelah Zhang Dayu, 50, yang merupakan penghuni indekos, ditemukan tidak bernyawa.
Pria yang tercatat warga negara asing (WNA) asal Fujian, Tiongkok ini ditemukan meninggal dunia di kamar.
Korban diketahui baru indekos sebulan itu pertama kali ditemukan meninggal oleh tetangga indekos sekitar pukul 11.00.
“Saat itu pintu kosan korban tampak terbuka sedikit. Karena curiga akhirnya tetangganya tersebut mengintip dari celah pintu itu. Tampak korban tidak bergerak,” kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin.
Khawatir bercampur takut, tetangga melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Mendapat laporan tersebut pihak kepolisian pun langsung bergegas menuju lokasi kejadian.
“Setelah kami cek, benar korban sudah meninggal saat itu. Posisinya di dalam kamarnya yakni kamar nomor 1 dari arah selatan, hadap ke timur. Posisi tubuh terlentang,” ujar Zaenal.
Secara kasat mata, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka di tubuh korban. Walau ada proses pembengkakkan sudah mulai terjadi di tubuhnya.
“Menurut keterangan dari tetangganya tersebut, korban terakhir kali diketahui masih hidup pada Rabu (19/11) malam. Setelah itu korban sudah tidak tampak keluar kamar lagi,” terangnya.
Dari hasil olah TKP juga tidak ditemukan barang-barang berharga yang hilang. Motor dan ponsel korban masih ada di TKP. Termasuk paspor yang menjadi identitas korban. “Sekarang (Kamis, red) semuanya kami amankan di Mapolresta Probolinggo,” kata Zaenal.
Menurut informasi yang dihimpun, pihak kepolisian menduga korban meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya.
“Dugaan sementara demikian. Namun ini jenazah korban kami evakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Terpisah, koordinator kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Nur Wasis mengatakan hal serupa. “Dugaannya meninggal karena sakit jantung yang diderita korban,” pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto