SUKAPURA, Radar Bromo- Ratusan umat Hindu Suku Tengger, berpakaian adat rapi dan membawa banten atau sesaji memenuhi Pura Dharma Santhi di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Rabu (19/11), mereka merayakan Hari Raya Galungan.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Sapikerep Rujiyanto mengatakan, masyarakat membawa banten, berupa buah, sayur, dan tumpeng yang akan dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi. Setelah didoakan, makanan tersebut dinikmati bersama.
Menurutnya, Galungan merupakan momentum kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan). Sebuah peringatan spiritual untuk mengendalikan enam musuh dalam diri manusia yang disebut sad ripu. Yakni, kama (hawa nafsu), lobha (rakus), kroda (amarah), mada (mabuk), matsarya (iri hati), dan moha (kebingungan).
Upacara Galungan kali ini diawali sembahyang Manggala yang dipimpin Romo Mangku. Ratusan umat duduk secara berdekatan dalam suasana hening yang hanya diiringi suara mantra dan lantunan kidung suci.
“Harapan kami dalam hari raya ini, umat Hindu makin didekatkan dengan Sang Hyang Widhi. Selalu mawas diri, berdoa agar diberikan anugerah kebaikan untuk seluruh umat manusia. Serta bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi daripada yang sebelumnya,” ujar Rujiyanto.
Setelah 10 hari perayaan Galungan, kata Rujiyanto, nantinya akan ditutup dengan Hari Raya Kuningan. Dalam perayaan ini, pihaknya tak hanya meminta kebaikan, namun juga meminta keselamatan. Terlebih saat cuaca ekstrem seperti saat ini. “Kebaikan itu juga berupa memahami hubungan dengan alam. Kita harus menjaga alam agar tetap bersih. Tidak membuang sampah sembarangan, sehingga dapat menyebabkan banjir dan longsor,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando