MAYORITAS warga Desa Ngepoh bekerja di sektor pertanian, khususnya petani bawang merah. Jelas para petani membutuhkan infrastruktur memadai untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Akses jalan yang nyaman tidak hanya penting untuk menuju lahan pertanian, tetapi juga untuk memperlancar distribusi hasil panen ke pasar.
Menjawab kebutuhan itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngepoh melakukan pengaspalan jalan sepanjang 275 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Makam. Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut rusak dan dipenuhi lubang sehingga kerap menyulitkan warga saat melintas.
“Setelah diaspal dan rampung pada Oktober lalu, masyarakat sangat senang dan merasakan manfaatnya,” ujar Kasi Kesra Desa Ngepoh, Abdul Hamid.
Jalan ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur menuju permukiman sekaligus akses alternatif penghubung tiga dusun di Desa Ngepoh: Dusun Makam, Dusun Lajuk, dan Dusun Krajan. Perbaikan jalan membuat perjalanan warga menuju sekolah, pasar, maupun fasilitas umum lainnya menjadi lebih nyaman dan aman.
“Selain mempermudah mobilitas, pembangunan ini juga semakin merekatkan hubungan kami dengan masyarakat,” tambah Hamid.
Upaya mempererat hubungan antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan rutin setiap Jumat, yakni Jumat Bersih dan Jumat Sehat.
Program ini diisi dengan kerja bakti dan senam bersama dengan lokasi yang bergantian, baik di kantor desa maupun titik-titik lain di wilayah Ngepoh.
“Melalui kegiatan ini, komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah desa dan warga terus terjaga,” tutur Ketua BPD Desa Ngepoh, Sugianto.
Selain pengaspalan jalan, Pemdes Ngepoh juga membenahi infrastruktur lain berupa jembatan di Dusun Makam. Jembatan tersebut sebelumnya sempat ambles dan memiliki lebar hanya 1,5 meter sehingga hanya bisa dilalui kendaraan kecil.
“Sekarang sudah kami perlebar menjadi 2,5 meter, sehingga pikap bahkan dump truck bisa melintas. Ini sangat membantu warga mengangkut hasil pertanian. Bidang jembatan juga kami perkuat agar tidak mudah ambles lagi,” jelas Hamid.
Melalui berbagai perbaikan infrastruktur ini, Pemdes Ngepoh berharap mobilitas warga semakin lancar, kualitas hidup masyarakat meningkat, dan aktivitas pertanian yang merupakan sektor utama desa dapat berjalan lebih produktif.
Rehab Sarana Pendidikan-Bentuk Ketahanan Pangan
DESA Ngepoh terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur. Tetapi juga lewat penguatan sektor pendidikan dan ketahanan pangan.
Di bidang pendidikan, Pemdes Ngepoh melakukan rehabilitasi bangunan PAUD dan TK Pertiwi khususnya pada bagian atap dan plafon. Kerusakan yang terjadi membuat ruangan mudah bocor saat hujan dan mengganggu kenyamanan belajar.
“Kami perbaiki atap dan plafonnya agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman. Jumlah muridnya cukup banyak, sekitar 50 anak dari warga sekitar,” ujar Kasi Kesra Desa Ngepoh, Abdul Hamid.
Selain pendidikan, Pemdes Ngepoh juga memperkuat program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya melalui penyediaan bibit bawang merah, komoditas utama masyarakat Ngepoh. Bibit-bibit tersebut disimpan di gudang BUMDes di Dusun Makam.
Hingga kini, sekitar tiga ton bibit berhasil terjual. Program ini diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan membuka lapangan kerja baru.
“Usaha ini kami pilih karena sebagian besar warga bekerja sebagai petani bawang merah. Dengan adanya BUMDes, masyarakat tidak perlu lagi membeli bibit jauh-jauh, cukup di desa sendiri, lebih hemat dan efisien,” kata Hamid.
Tidak hanya menyediakan bibit pertanian, BUMDes juga menyiapkan pengembangan koperasi desa yang akan menjual kebutuhan rumah tangga seperti sembako. Produk sembako tersebut nantinya dipasok ke toko-toko di wilayah desa.
“Barang-barang seperti beras, kami beli dari petani lokal. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat bisa terus berputar,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemdes Ngepoh berharap sektor pendidikan, pertanian, dan ekonomi desa semakin maju, sekaligus memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. (gus/fun/*)
Editor : Abdul Wahid