PROBOLINGGO Night Culture (PNC) menjadi agenda tahunan di Kota Probolinggo yang istikamah digelar setiap November. Setelah sukses pada 2024, Pemkot melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo kembali menggelar PNC Season 2 Tahun 2025.
Sedikit berbeda dengan tahun lalu, PNC pada tahun kedua ini digelar di Jalan Mastrip. Tepatnya di depan GOR Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (15/11) malam. Tercatat ada 20 peserta yang ambil bagian.
Gelaran PNC ini pun langsung menarik perhatian masyarakat. Agenda malam mingguan warga Probolinggo, malam itu tak lain adalah menyaksikan festival ini dengan memenuhi sepanjang rute PNC. Mulai garis start pelepasan depan GOR Mastrip hingga finis di depan SMKN 2 Kota Probolinggo.
Seratus penari menjadi pembuka acara. Mereka menampilkan Tari Jaran Bodhag. Tahun ini, seluruh peserta festival diwajibkan menampilkan salah satu dari tiga musik Probolinggoan. Yakni, Sekar Bayuangga, Ronjengan, dan Probolinggo Ning Ati.
Sebelum peserta dilepas, ketiga lagu ini dibawakan oleh Grub Band Amino & Friend. Peserta dilepas langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes. ditandai dengan iringan Musik Dug-Dug serentak oleh seluruh peserta.
Kemeriahan PNC 2025 diawali dengan penampilan kesenian Musik Dug-Dug Lancing Sengit Percussion. Setelah itu, seluruh peserta tampil sesuai urutan. “Luar biasa. Malam ini bukan main ya. Begitu antusiasnya masyarakat Kota Probolinggo, ingin menikmati Probolinggo Night Culture Festival Season 2 Tahun 2025,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, kebudayaan merupakan tonggak suatu daerah. Menampakkan bagaimana kemajuan dan kedewasaan suatu daerah. Kota Probolinggo sudah berusia 666 tahun. Sudah mampu menampilkan banyak sekali kebudayaan yang makin berkembang dengan variasi yang makin banyak.
“Ini menandakan bahwa Kota Probolinggo adalah kota yang aktif, terus membangun, dan insyaallah dengan perhatian dari kita semua, Kota Probolinggo terus menciptakan kebudayaannya dengan event-event yang terus dikembangkan,” ujarnya.
Diketahui, sejak dr. Aminuddin menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo, kurang lebih 9 bulan, sudah lebih dari 300 event yang digelar Pemkot Probolinggo. Hal ini membawa dampak positif dalam proses pembangunan, khususnya ekonomi masyarakat.
Wali Kota mengatakan, baru-baru ini, Pemprov Jawa Timur merilis pertumbuhan Kota Probolinggo sebagai kota pertumbuhan terbesar kedua dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Seperti tampilan yang kita lihat tadi, Kota Probolinggo memang dikenal dengan Tari Jaran Bodhag-nya sebagai warisan budaya tak benda. Mudah-mudahan ke depan, bisa kita gelar festival Jaran Bodhag yang hanya bisa ditemui di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Ia mengaku akan terus mengembangkan kebudayaan. Salah satunya akan dibuktikan melalui dukungan dari sisi anggaran bagi penggiat seni dan budayawan, sehingga bisa terus berkembang. Mewujudkan Kota Probolinggo sebagai kota budaya sekaligus jujukan destinasi wisata di Jawa Timur.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd. mengatakan, seni Musik Dug-Dug di Kota Probolinggo berkembang pesat. Awalnya, sebelum ada gelaran PNC, Kota Probolinggo hanya memiliki empat seni Musik Dug-Dug. Kemudian, saat PNC tahun lalu berkembang menjadi 11 grup. “Alhamdulillah, pada PNC tahun kedua ini total peserta seni Musik Dug-Dug menjadi 15 Musik Dug-Dug,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan PNC Festival merupakan bentuk perlindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan melalui sebuah kegiatan yang bersifat edukatif, kompetitif, apresiatif, dan promotif. Serta, untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas seniman di Kota Probolinggo. (el/adv)
Editor : Ronald Fernando