Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Awas, Pencurian Motor Modus Janji Bansos Kembali Terjadi di Probolinggo

Inneke Agustin • Minggu, 16 November 2025 | 00:14 WIB

 

 

KORBAN: Slamet, 67, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, yang menjadi korban penipuan motor, Sabtu (15/11). (inneke Agustin/ Radar Bromo)
KORBAN: Slamet, 67, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, yang menjadi korban penipuan motor, Sabtu (15/11). (inneke Agustin/ Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Penipuan motor bermodus pemberian bantuan sosial (bansos) kembali terjadi di Kota Probolinggo.

Kali ini, korbannya Slamet, 67, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Motor Honda Grand yang baru dibelinya dua minggu lalu hilang dibawa kabur pelaku, Kamis (13/11) pagi.

Awalnya menurut Slamet, seorang laki-laki tak dikenal melintas di depan rumahnya dengan mengendarai Honda Scoopy.

Laki-laki itu sempat memutar balik dan menghampirinya dengan alasan ada keperluan penting.

“Saya mau berangkat ke pasar pagi itu. Jadi saya bilang, nanti saja kembali lagi sekitar satu jam setelah saya pulang,” ujarnya.

Sekitar pukul 08.00, laki-laki tersebut benar-benar kembali. Namun, kali ini ia berjalan kaki tanpa membawa motor. Pada Slamet, lelaki itu mengaku datang untuk mengurus data penerima bansos.

Sebagai warga yang belum pernah mendapat bantuan, Slamet merasa senang sekaligus berharap. Karena itu, dia mempersilahkan lelaki itu masuk.

Pelaku kemudian meminta fotokopi KTP dan KK, serta memotret beberapa ruangan rumah. Slamet mengizinkan seluruh permintaan itu, karena percaya benar ia sedang didata sebagai penerima bansos.

“Ya saya tidak curiga. Saya kira betulan mau dapat bansos,” katanya.

Setelah itu, pelaku izin meminjam motor Honda Grand milik Slamet dengan alasan ingin menemui temannya yang sedang survei. Tanpa berpikir panjang, Slamet menyerahkan kunci motornya.

Pelaku kemudian pergi ke arah timur menggunakan motor tersebut. Namun setelah ditunggu hingga dua jam, ia tak kunjung kembali. “Baru saat itu saya sadar motor saya sudah dicuri,” ungkapnya.

Ariyanto, 35, anak Slamet, mengatakan, ayahnya sendirian di rumah saat penipuan itu terjadi. Menurutnya, ayahnya mudah percaya karena sangat berharap mendapat bantuan sosial.

“Padahal motor itu baru dua minggu lalu saya belikan untuk Bapak, supaya tidak capek mengayuh sepeda ke pasar. Tapi sekarang sudah raib,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, keluarga mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. Kini, Slamet kembali harus menggunakan sepeda atau becak untuk beraktivitas ke pasar.

Meski demikian, keluarga Slamet memutuskan tidak melapor ke polisi. Alasannya, motor tersebut hanya dilengkapi STNK, sementara BPKB hilang.

“Kalau laporan biasanya diminta lengkap. Semoga saja ada rezeki lain supaya bisa belikan motor lagi untuk Bapak,” tutup Ariyanto. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pencurian motor #bansos #grand #probolinggo